JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), secara resmi membuka Program Hilirisasi Riset Prioritas dan Strategis – SINERGI Tahun Anggaran 2026. Program ini menawarkan pendanaan padanan (co-funding) hingga Rp2 miliar per tahun per judul proposal, ditujukan bagi dosen dan peneliti di seluruh perguruan tinggi, termasuk Universitas Nusa Cendana (Undana), yang telah memiliki hasil riset siap dimanfaatkan.
Program SINERGI dirancang sebagai Skema Hilirisasi Riset Berbasis Transfer Teknologi Terintegrasi yang memperkuat kolaborasi melalui mekanisme co-funding, co-contribution, dan co-creation dengan mitra. Tujuannya adalah memastikan hasil penelitian tidak hanya berakhir di jurnal, melainkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat dan industri.
Dua Jalur Pendanaan dan Dua Skema Kolaborasi
Pendanaan Program SINERGI dibagi dalam dua jalur utama yang berbeda sumber anggaran: Hilirisasi Riset Prioritas: Didanai Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Penelitian dan menyasar delapan bidang nasional, seperti digitalisasi, ketahanan pangan, dan kesehatan dan Hilirisasi Riset Strategis: Dibiayai Dana Abadi LPDP, dengan plafon pendanaan hingga Rp2 miliar per tahun per judul proposal, fokus pada agenda strategis jangka menengah hingga panjang.
Program ini memfasilitasi kolaborasi melalui dua skema utama:
| Skema Kolaborasi | Mitra | Fokus | Kontribusi Mitra Wajib |
| Inovasi Sosial | Instansi Pemerintah (setingkat dinas) | Menghasilkan model inovasi sosial sebagai solusi masalah sosial. | Minimal 50% dalam bentuk in-kind (non-tunai). |
| Inovasi Komersial | Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) | Komersialisasi inovasi Teknologi Kesiapan TKT 7–9, menghasilkan produk siap pasar. | Minimal 50%, termasuk in-cash (tunai) bertahap 10% dan 20%. |
Persyaratan Ketat bagi Ketua Peneliti
Kemdiktisaintek menetapkan kualifikasi ketat bagi ketua peneliti yang mengusulkan program ini: Wajib merupakan dosen aktif terdaftar di PDDIKTI dan tidak sedang tugas atau izin belajar, Memiliki kualifikasi minimal S3 atau S2 berjabatan Lektor serta Memiliki rekam jejak kuat, dibuktikan oleh minimal dua penelitian relevan serta luaran wajib (dua artikel di jurnal internasional bereputasi sebagai penulis pertama atau dua Kekayaan Intelektual (KI) non-Hak Cipta sebagai inventor pertama, atau kombinasi keduanya).
Proposal dapat diajukan melalui Aplikasi HILIRISET yang menjadi platform resmi pengusulan program. Periode pengajuan proposal dibuka mulai dari 25 November hingga 30 Desember 2025.
Dengan dibukanya Program SINERGI Tahun Anggaran 2026, diharapkan para peneliti Undana dapat memaksimalkan peluang pendanaan ini untuk mendorong pemanfaatan hasil riset yang lebih luas, baik dalam bentuk solusi bagi masyarakat maupun produk inovatif yang siap bersaing.
Informasi detail mengenai tata cara pengusulan dapat diakses langsung melalui laman Ditjen Risbang: https://hiliriset.kemdiktisaintek.go.id/sinergi. (Audc)
