(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Semangat Pahlawan Jadi Teladan, Undana Gelar Upacara Khidmat Peringatan Hari Pahlawan 2025

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) memperingati Hari Pahlawan Nasional dengan menggelar upacara bendera yang khidmat di halaman rektorat, Senin (10/11/2025). Upacara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga petugas cleaning service (CS).

Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Drs. Paul G. Tamelan, M.Si., bertindak selaku Pembina upacara. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Paul membacakan Amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang mengusung tema “Pahlawanku, Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan.”

Dalam amanatnya, Menteri Sosial mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa. “Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” demikian isi amanat yang dibacakan.

Menteri Saifullah Yusuf menegaskan bahwa kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan. Ia mengajak masyarakat meneladani tiga hal kunci dari perjuangan para pahlawan: kesabaran dalam berjuang, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan untuk generasi penerus.

Prof. Paul, mengutip amanat tersebut, menekankan bahwa kehormatan sejati tidak terletak pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan. “Para pahlawan tidak berebut jabatan atau menuntut balasan. Mereka kembali ke rakyat, mengajar, membangun, dan melanjutkan pengabdian. Di situlah letak kehormatan sejati – bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Menteri Sosial mengingatkan bahwa bentuk perjuangan masa kini telah berevolusi. Perjuangan masa kini tidak lagi menggunakan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian.

Namun, semangatnya tetap sama: membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan. Semangat ini, lanjutnya, selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya ketahanan nasional, pendidikan, keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang sehat dan berdaya.

Menutup amanatnya, Menteri Sosial mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan bekerja keras, berpikir jernih, dan melayani dengan ketulusan. “Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak, dan berdampak,” pesannya.

Di akhir upacara, Prof. Paul menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika dan staf Undana yang telah mengikuti upacara tersebut dengan khidmat. Lagu-lagu perjuangan dan prosesi mengheningkan cipta menjadi bagian penting dari momen refleksi tersebut.

Melalui upacara peringatan ini, Undana menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, siap menjadi teladan dalam pengabdian, dan meneruskan cita-cita pahlawan untuk kemajuan bangsa. (ref)

Comments are closed.
Archives