(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Gagasan Inovatif: Mahasiswa Biologi FST Undana Raih Juara 1 Debat Ilmiah Biologi BioExpo UKAW

KUPANG – Prestasi membanggakan diraih oleh mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana), dalam ajang BioExpo ke-6 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang pada 2 Oktober 2025. Tim yang beranggotakan Lidya Imanuela Runtuwene, Fatur Yusni Midarufallah, dan Aisyah Rambu Tallo berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Debat Ilmiah Biologi.

Debat ilmiah ini mengangkat tema sentral “Bioteknologi Modern sebagai Digitalisasi Pendidikan untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan”. Ketua Tim, Lidya Imanuela Runtuwene, menjelaskan bahwa kompetisi ini memiliki format unik karena setiap tim diwajibkan menyusun proposal ilmiah sebelum sesi debat berlangsung.

Menyoroti NCBI sebagai Fondasi Riset Genetika Terbuka

Ketiga mahasiswa ini berhasil memukau dewan juri dengan gagasan inovatif mereka yang menyoroti peran National Center for Biotechnology Information (NCBI) sebagai fondasi digital untuk riset rekayasa genetika. Lebih dari sekadar basis data, mereka memandang NCBI sebagai sarana edukasi terbuka bagi publik.

“Kami sempat berpikir di mana letak digitalisasi dalam bioteknologi modern, tetapi dari situ kami melihat bahwa NCBI sebagai fondasi digital untuk riset genetika bisa diakses siapa saja secara terbuka. Itu penting agar masyarakat, termasuk mahasiswa, bisa memahami rekayasa genetika secara transparan,” jelas Lidya.

Gagasan ini lahir dari pemahaman tim terhadap penerapan bioteknologi modern, khususnya rekayasa genetika (biofortifikasi) untuk meningkatkan mutu tanaman. Dengan menjadikan NCBI sebagai basis data penelitian global, riset genetika dapat dilakukan secara terstruktur dan transparan, sekaligus membuka peluang edukasi yang luas.

“Kita juga bisa melihat bahwa rekayasa genetika ini bukan hanya soal mempercepat produksi, tetapi juga menjamin mutu dan membuka peluang ekonomi baru,” tambah Lidya, menekankan aspek praktis dan manfaat ekonomis dari gagasan mereka.

Dukungan Dosen dan Pembelajaran Problem Solving

Persiapan menuju lomba menghadirkan tantangan tersendiri. Fatur Yusni Midarufallah mengungkapkan bahwa meskipun proposal sudah disiapkan jauh hari, timnya harus cepat menyesuaikan strategi ketika terjadi perubahan teknis mendekati hari perlombaan.

“Awalnya kami sudah menyiapkan argumen dan proposal, tapi ada beberapa perubahan teknis yang harus kami adaptasi. Jadi kami fokus memastikan gagasan inti tetap tersampaikan dengan baik,” jelas Fatur.

Selama proses persiapan, tim juga mendapatkan dukungan aktif dari pihak prodi melalui konsultasi rutin dengan dosen, mulai dari meninjau proposal hingga strategi menghadapi pertanyaan juri. Fatur, yang baru pertama kali mengikuti lomba debat, merasa sangat bangga. Ia menambahkan bahwa kemenangan ini terasa spesial berkat kompetisi bersama tim yang solid dan dukungan dosen yang meluangkan waktu untuk konsultasi.

Bagi Lidya, kemenangan ini adalah pembuktian bahwa lomba debat memacu generasi muda untuk mengasah public speaking dan berpikir kritis. Pencapaian ini diharapkan menjadi langkah awal tim untuk terus berkontribusi melalui riset dan inovasi di bidang sains. (Audc)

Comments are closed.
Archives