KUPANG – Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Nusa Cendana (MAPALA Undana) merayakan Dies Natalis ke-VI mereka dengan aksi nyata pengabdian lingkungan di Desa Niukbaun, Kecamatan Amarasi Barat. Mengusung tema “Dari Jejak Lama Tumbuh Asa Baru Berdampak Bagi Alam dan Sesama,” kegiatan selama tiga hari (19–21 September 2025) difokuskan pada pemberdayaan komunitas pendidikan dan konservasi.
Fokus utama kegiatan adalah SMAN 1 Amarasi Barat, di mana MAPALA Undana menggelar sosialisasi dan implementasi prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) dan penanaman pohon. Upaya ini merupakan langkah konkret untuk mengintegrasikan kegiatan petualangan alam dengan pendidikan dan konservasi lingkungan hidup.

Sosialisasi 5R dan Antusiasme Siswa
Dalam sosialisasi, tim MAPALA Undana menyajikan materi 5R dengan poster dan presentasi yang mudah dicerna, menjelaskan konsep mulai dari memilah barang (Ringkas), menata (Rapi), membersihkan (Resik), mempertahankan standar (Rawat), hingga menjadikannya kebiasaan (Rajin).


Siswa-siswi SMAN 1 Amarasi Barat menyambut sosialisasi ini dengan sangat antusias. Mereka terlihat aktif bertanya, khususnya yang terlibat dalam kegiatan Pramuka, melihat 5R sebagai hal baru yang menyegarkan dan memotivasi untuk menjaga kebersihan sekolah.
Penanaman Pohon dan Dampak Jangka Panjang
Selain edukasi, aksi konservasi dilakukan melalui penanaman bibit pohon Pinang dan Mahoni di lingkungan sekolah dan area publik Kapela desa. Penanaman pohon Mahoni dilakukan secara simbolis oleh Kepala Sekolah dan Guru Pembina, sementara penanaman pohon Pinang melibatkan perwakilan siswa-siswi.
Teknis penanaman dilakukan secara hati-hati, memastikan media tanam tidak pecah dan bibit diletakkan tepat di tengah lubang. Upaya ini juga disertai pembersihan mata air dan pemberian anakan pohon sebagai cendera mata kepada Kepala Desa Niukbaun.


Dampak jangka pendek dari kegiatan ini adalah perubahan fisik nyata — lingkungan sekolah terlihat lebih bersih, ruang kelas lebih tertata, dan titik-titik hijau baru telah tercipta. Jangka panjangnya, lingkungan sekolah yang asri dan tertata akan meningkatkan konsentrasi belajar dan menciptakan iklim akademik yang lebih kondusif.
Bagi Desa Niukbaun, penanaman pohon Mahoni dan Pinang akan berkontribusi pada peningkatan cadangan air tanah di masa depan, sekaligus membantu penyerapan karbon dioksida. Hal ini menciptakan perlindungan lingkungan fisik yang berkelanjutan.
Kegiatan Dies Natalis ini juga melahirkan lulusan SMAN 1 Amarasi Barat yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga memiliki karakter disiplin, bertanggung jawab, dan peduli lingkungan—sejalan dengan peran MAPALA Undana sebagai pusat pembinaan karakter.

Ketua Panitia sangat terkesan dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan siswa-siswi. “Kegiatan ini bukan hanya tentang teori, tetapi aksi nyata. Melihat tangan-tangan muda dan dewasa bekerja sama memilah sampah dan menanam bibit pohon adalah pemandangan yang sangat membanggakan dan memberi harapan untuk masa depan bumi kita,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan esensi MAPALA Undana: “Kami anak-anak MAPALA Undana percaya generasi muda adalah garda terdepan untuk menjaga lingkungan. Dari langkah kecil adik-adik di sekolah, bisa lahir perubahan besar untuk bumi kita,” tutup Ketua Umum MAPALA Undana. (Ing)
