(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Cegah PMK dan ASF: FKKH Undana Serap Teknologi Diagnosis Cepat dari Universitas Miyazaki Jepang

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat lini pertahanan kesehatan hewan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyerap teknologi diagnosis penyakit ternak dari Universitas Miyazaki, Jepang. Melalui seminar internasional di Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) pada 22–23 September 2025, Undana diperkenalkan pada Real-Time PCR portabel yang mampu mendeteksi penyakit dalam waktu kurang dari 20 menit.

Inovasi diagnosis cepat ini dibawa langsung oleh Prof. Naoaki Misawa, D.V.M., Ph.D., dari Universitas Miyazaki, yang merupakan bagian dari kolaborasi riset jangka panjang dengan Center of Animal Disease Control (CADIC) dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Prof. Misawa menjelaskan bahwa teknologi ini telah diuji coba di Thailand dan kini mulai diperkenalkan kepada mitra lain, termasuk Undana. Alat portabel ini sangat penting untuk mendeteksi dini tiga penyakit menular utama di NTT: African Swine Fever (ASF), Foot-and-Mouth Disease (PMK), dan Lumpy Skin Disease (LSD).

Koordinator Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Undana, drh. Elisabet Tangkonda, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa teknologi ini membawa manfaat besar. “Teknologi PCR portabel ini sangat membantu, karena penelitian penyakit menular tidak lagi harus bergantung pada laboratorium besar dengan fasilitas mahal,” ungkapnya.

Pada hari kedua kegiatan, Prof. Misawa juga membawakan kuliah umum yang diikuti mahasiswa kedokteran dan kedokteran hewan. Kuliah umum tersebut membahas bakteri Campylobacter dan mekanisme penularan penyakit bawaan pangan (foodborne), memberikan wawasan global tentang tantangan kesehatan publik.

Elisabet menambahkan, kehadiran mitra internasional ini juga memberikan inspirasi bagi mahasiswa dan peneliti Undana untuk mengembangkan riset penyakit lokal lain seperti Rabies, yang masih menjadi tantangan serius di NTT.

Tindak lanjut dari seminar ini menunjukkan komitmen Undana untuk memperluas kolaborasi. Hasil diskusi dengan Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., membuka peluang bagi dosen muda dan mahasiswa Undana untuk berpartisipasi dalam program Sakura Science ke Jepang.

Program Sakura Science ini akan memungkinkan mereka melihat fasilitas penelitian mutakhir, sekaligus menjalin kerja sama riset dengan calon pembimbing internasional. Ini adalah langkah nyata menuju visi Undana dalam mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing global.

Melalui penguatan implementasi kerja sama riset ini, Undana berharap dapat meningkatkan kapasitas diagnostik penyakit hewan di NTT secara signifikan. Kapasitas yang lebih cepat dan akurat sangat krusial untuk melindungi sektor peternakan yang menjadi tulang punggung ekonomi NTT.

Kunjungan Universitas Miyazaki ini tidak hanya memperkuat kerja sama riset, tetapi juga membuka pintu lebar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di FKKH Undana, mempertegas komitmen kampus dalam mendukung visi “mahasiswa berwawasan global” melalui kolaborasi internasional yang berkelanjutan. (SnK)

Comments are closed.
Archives