KUPANG – Pemerintah Kabupaten Kupang dan Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi mengikat komitmen strategis untuk percepatan pembangunan daerah. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Rabu, 24 September 2025, kedua belah pihak sepakat untuk menyinergikan kekuatan akademis dan kebijakan pemerintah, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan krusial di daerah.
MoU yang ditandatangani di Ruang Rapat Rektor Undana ini difokuskan pada tiga pilar utama: peningkatan kualitas sumber daya manusia, kolaborasi riset dan kebijakan, serta pengabdian masyarakat. Tujuannya adalah memastikan setiap program pembangunan di Kabupaten Kupang memiliki landasan ilmiah yang kuat dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Bupati Kabupaten Kupang, Yosef Lede, S.H., menyampaikan terima kasih atas kesiapan Undana untuk berkolaborasi. Ia mengakui bahwa Kabupaten Kupang memiliki potensi besar di berbagai sektor, tetapi membutuhkan dukungan akademisi untuk mengoptimalkannya. “Kami butuh ilmu dan dukungan dari Undana, khususnya dalam pengembangan SDM, pertanian, kesehatan, perikanan, peternakan, dan infrastruktur,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Soleman Jilis Sanam, S.T. Ia menyoroti potensi peternakan dan pariwisata, termasuk rencana pembangunan Patung Kristus di Pulau Semau, yang membutuhkan kajian dan pendampingan dari para ahli di kampus.
Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc., menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen Undana sebagai agen perubahan. “Undana dengan lebih dari 32 ribu mahasiswa memiliki kewajiban hadir bagi masyarakat. Melalui riset, KKN, magang, hingga program kampus berdampak, kami siap mendukung pembangunan Kabupaten Kupang,” ujar Rektor.

Beliau menambahkan bahwa sebuah kampus tidak bisa hanya berdiam diri di menara gading. Keberadaannya harus mampu memberikan solusi nyata untuk perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat. “Jika tidak, maka sulit disebut sebagai kampus berdampak,” pungkasnya.
Perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kupang turut menekankan pentingnya kolaborasi riset. Ia berharap ada kajian akademik yang komprehensif dari Undana untuk mendukung kebijakan, terutama dalam mengatasi isu kemiskinan, stunting, pendidikan, dan optimalisasi aset daerah.
Sementara itu, perwakilan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) meminta dukungan Undana untuk meningkatkan kualitas aparatur sipil negara dan membantu pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan, seperti bencana kekeringan yang sering melanda.
Para Wakil Rektor dan sejumlah dekan Undana juga menegaskan kesiapan mereka. Wakil Rektor I Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., Wakil Rektor II Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., dan Wakil Rektor IV Prof. Dr. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., serta perwakilan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Sains dan Teknik (FST) menyatakan siap membantu daerah dalam mengatasi berbagai persoalan, termasuk pendidikan dan literasi.

Dalam penutupannya, Bupati Yosef Lede kembali menekankan pentingnya disiplin dan penilaian objektif dalam setiap program. “Kita berkompetisi untuk bekerja secara disiplin, sehingga dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya. Penandatanganan MoU ini menjadi dasar hukum yang kuat bagi kedua belah pihak untuk segera menindaklanjuti berbagai program kerja sama yang strategis. (SnK)
