(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

FPKP Undana Berdayakan Kelompok Budidaya Ikan Batuplat Melalui Pelatihan Akuaponik dan Pengolahan Produk Ikan

KUPANG – Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan menggelar serangkaian kegiatan pelatihan terpadu bagi Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Hosana di Kelurahan Batuplat, Kota Kupang. Program yang terlaksana selama tiga hari, yaitu pada 7, 8, dan 14 Agustus 2025, ini berfokus pada pengembangan sistem akuakultur melalui metode akuaponik serta keterampilan pengolahan hasil perikanan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kemitraan Berbasis Masyarakat tahun 2025. Pendanaan program ini bersumber dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap inisiatif inovatif di tingkat lokal. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat ini menjadi model ideal untuk menciptakan keberlanjutan ekonomi.

Kepala Dinas Perikanan Kota Kupang, Ejbends H. D. S. Doeka, S.E., M.Si., yang turut hadir dalam pembukaan acara, menyampaikan apresiasi mendalam. Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi jangka panjang yang krusial untuk ketahanan pangan. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya meningkatkan kapasitas kelompok budidaya, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan di Kota Kupang secara keseluruhan,” ungkapnya.

Fokus pelatihan pertama adalah pengembangan akuaponik menggunakan metode rak dan Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember). Metode ini dipilih karena sangat efisien, tidak memerlukan lahan luas, dan dapat dilakukan di pekarangan rumah. Peserta diajarkan cara mengintegrasikan budidaya ikan dan sayuran dalam satu sistem yang saling menguntungkan, di mana limbah dari ikan menjadi pupuk alami untuk tanaman, dan tanaman membantu membersihkan air untuk ikan.

Pelatihan dilanjutkan dengan sesi pembuatan pakan ikan mandiri. Tim FPKP Undana menyadari tingginya biaya pakan menjadi kendala utama bagi para pembudidaya. Oleh karena itu, peserta dilatih menggunakan mixer pakan sederhana untuk membuat pakan berkualitas dari bahan-bahan lokal. Keterampilan ini diharapkan dapat menekan biaya operasional secara signifikan, sehingga keuntungan yang diperoleh petani bisa lebih maksimal.

Bagian paling menarik dari pelatihan ini adalah sesi pengolahan ikan menjadi bakso. Setelah sukses berbudidaya, tantangan berikutnya adalah meningkatkan nilai jual produk. Narasumber dari FPKP Undana mengajarkan teknik praktis dan higienis dalam mengolah ikan hasil panen menjadi bakso, lengkap dengan strategi pengemasan dan pemasaran. Inovasi ini membuka peluang baru bagi Pokdakan Hosana untuk tidak hanya menjual ikan segar, tetapi juga produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Ketua Pokdakan Hosana, Nelly Mathelda Amelia Besing Ating, menyampaikan rasa terima kasih atas ilmu praktis yang diberikan. “Kami sangat bersyukur. Ilmu yang kami dapatkan tidak hanya soal budidaya, tapi juga bagaimana membuat produk kami jadi bernilai lebih,” katanya. Kehadiran seluruh anggota kelompok serta masyarakat sekitar menunjukkan antusiasme tinggi, yang menjadi indikasi kuat bahwa inovasi ini diterima dengan baik.

Program ini diharapkan menjadi model percontohan bagi wilayah lain, sekaligus memperkuat peran Undana sebagai agen perubahan yang mampu menerjemahkan Tridarma Perguruan Tinggi menjadi aksi nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelompok masyarakat, ketahanan pangan lokal di Kota Kupang diharapkan dapat terus meningkat. (Mel)

Comments are closed.
Archives