(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Harumkan Nama NTT, Mahasiswa FST Undana Tembus 13 Besar Duta Bahasa Nasional

JAKARTA – Paulus Rezky Ardianzah Ully, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana), berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menembus 13 besar finalis Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2025. Pencapaian ini diraihnya setelah menyisihkan 31 perwakilan provinsi lain dalam ajang yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Ajang bergengsi ini berlangsung di Jakarta pada 7-13 September. Ady, sapaan akrabnya, bersama rekannya, Gregoria Wiwin Komaladewi, menghadapi rangkaian penilaian ketat, termasuk presentasi program advokasi atau krida, artikel kebahasaan, dan teknik wicara publik.

Salah satu kunci keberhasilan Ady adalah program advokasi inovatif yang ia presentasikan, yaitu Bahtra Cerama (Bahasa dan Sastra Cagar Rabies Bersama Duta Bahasa NTT). Program ini memanfaatkan seni tutur tradisional natoni dari Timor Tengah Selatan (TTS) yang diadaptasi menjadi pantun atau surakan.

“Krida ini menjadi bukti bahwa bahasa dan sastra daerah dapat menjadi jembatan efektif untuk menyampaikan informasi penting, terutama terkait edukasi kesehatan,” jelas Ady.

Ia menjelaskan bahwa materi edukasi ini disajikan dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Dawan dialek L, Bahasa Dawan dialek R, dan Bahasa Indonesia. Mereka juga menyertakan versi bahasa isyarat untuk memastikan pesan ini menjangkau masyarakat tunarungu.

Tidak hanya itu, krida ini juga dilengkapi dengan materi visual dan digital seperti poster dan animasi, yang membuat informasi lebih mudah diakses dan disebarluaskan melalui laman web khusus. Program ini telah berhasil diterapkan di Desa Kesetnana, TTS, dan sejumlah sekolah di Kota Kupang.

Perjalanan Ady menuju panggung nasional bukanlah hal mudah. Ia harus melalui seleksi ketat untuk mewakili NTT di tingkat nasional. “Ini bukan hanya sebuah kompetisi, tetapi ajang apresiasi atas kerja keras selama ini. Pencapaian ini adalah sebuah anugerah dan tanggung jawab baru untuk terus menginspirasi,” ungkap Ady.

Ady juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Undana yang telah menyediakan berbagai fasilitas penunjang, seperti studio dan peralatan teknis lainnya, demi kelancaran persiapan mereka. “Bantuan dari universitas membuat kami bisa mempersiapkan diri dengan optimal,” ujarnya.

Keberhasilan Ady menunjukkan bahwa dengan dukungan dan fasilitas yang tepat, mahasiswa Undana memiliki potensi besar untuk bersaing di panggung nasional. Pencapaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh academic community Undana untuk terus berkarya dan mengukir prestasi. (Audc)

Comments are closed.
Archives