Kupang – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menorehkan jejak kontribusi nyata melalui Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan (PTB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Dengan mengusung semangat “Undana Berdampak”, PTB sukses merampungkan proyek rancang bangun fasilitas ruang bilas tradisional terbuka (Traditional Outdoor Shower) yang berkonsep ramah lingkungan, diperuntukkan bagi para pengunjung Ekowisata Pantai Oesina. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yang menjadi salah satu dari tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, berlangsung intensif selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Juni 2025. Proyek ini menjadi manifestasi konkret dari sinergi harmonis antara akademisi dan masyarakat.
Fokus utama dari inisiatif ini adalah memenuhi kebutuhan mendesak akan fasilitas ruang bilas yang selama ini belum tersedia di Pantai Oesina. Kehadiran fasilitas sederhana namun fungsional ini menjadi krusial mengingat tingginya minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, yang berkunjung ke destinasi ekowisata tersebut. Milson M. Selan, S.Pd., M.Si., Ketua Panitia kegiatan sekaligus dosen PTB FKIP Undana, menegaskan, “Konsep ini dipilih untuk meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan atau pengunjung yang datang ke Pantai Oesina, biasanya mereka berebutan kamar kecil untuk bilas tubuh mereka sehingga ini juga menjadi solusi agar tidak terjadi penumpukan”, jelasnya.

Kegiatan monumental ini berpusat di Desa Binaan PTB Undana, yakni Kawasan Ekowisata Pantai Oesina, yang terletak di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Pemilihan lokasi ini telah melewati pertimbangan matang; sejak tahun 2022, Pantai Oesina memang telah ditetapkan sebagai desa binaan Prodi PTB FKIP Undana, didasarkan pada potensi besar kawasan tersebut sebagai destinasi ekowisata yang terus berkembang. Momen pengabdian tahun ini memiliki makna reflektif, sebab kemungkinan besar menjadi penanda berakhirnya kiprah PTB di Oesina, sebelum beralih ke desa binaan yang baru. Oleh karena itu, pembangunan ruang bilas ini diharapkan menjadi warisan berharga sekaligus penutup yang bermakna dari jejak karya PTB Undana di pesisir tersebut.
Proyek mulia ini terwujud berkat kolaborasi erat antara dosen, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, dan partisipasi aktif dari aparat desa setempat. Melalui serangkaian observasi cermat dan diskusi mendalam dengan masyarakat, tim PTB Undana berhasil mengidentifikasi secara akurat kebutuhan prioritas akan fasilitas ruang bilas yang tidak hanya fungsional tetapi juga selaras dengan prinsip ramah lingkungan. Keterlibatan langsung mahasiswa dalam proses pembangunan ini menjadi elemen krusial. Mereka mendapatkan kesempatan berharga untuk mengaplikasikan ilmu di lapangan, melatih kemampuan kerja tim, mengoptimalkan efisiensi penggunaan material, serta mengasah kepekaan terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat.



Koordinator Prodi Pendidikan Teknik Bangunan FKIP Undana, Dr. Asrial, M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa ini sebagai bentuk penerapan ilmu teknik bangunan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. “Mudah-mudahan pekerjaan Bina Daerah Wisata ini bisa berdampak positif sesuai motto Undana, mudah-mudahan Undana Berdampak itu tercipta di sini,” ujarnya dengan penuh harap. Dengan rampungnya pembangunan fasilitas ini, Pantai Oesina kini dilengkapi dengan sarana yang lebih memadai, secara signifikan meningkatkan kenyamanan bagi para pengunjung, dan diharapkan mampu memicu pertumbuhan sektor ekowisata di kawasan tersebut.
Antusiasme mahasiswa menjadi salah satu sorotan utama dalam pelaksanaan kegiatan ini. Claudia, salah satu mahasiswi PTB, dengan gembira mengungkapkan pengalamannya, “Seru sekali karena kami bisa melihat langsung bagaimana rancangan kami berdampak pada kenyamanan masyarakat. Para pengunjung Pantai Oesina bisa langsung memanfaatkan shower yang dibangun oleh Bapak/Ibu Dosen beserta Mahasiswa/i. Ini jauh lebih bermakna daripada hanya belajar dari buku”, ungkapnya. Pengalaman langsung di lapangan ini tidak hanya memperkaya keterampilan teknis mereka, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.
Lebih dari sekadar sebuah struktur fisik, proyek pembangunan ruang bilas ini meninggalkan warisan yang mendalam. Ia membentuk jalinan relasi yang kuat dan harmonis antara civitas akademika kampus dengan warga setempat, menciptakan pengalaman lapangan yang tak ternilai dalam membentuk karakter mahasiswa, serta mengukuhkan nilai tanggung jawab sosial yang nyata.



Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan yang padat, acara dimeriahkan dengan api unggun yang hangat dan penyerahan hadiah kepada empat orang pemenang lomba Speed Drawing AutoCAD 2D. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kemampuan, kecepatan, dan ketelitian mereka dalam menggambar desain teknis, sekaligus menunjukkan kompetensi yang telah terbentuk selama proses pembelajaran dan implementasi proyek.
Dengan semangat “Undana Berdampak”, kegiatan ini sejatinya bukanlah sebuah akhir, melainkan permulaan dari babak pengabdian berikutnya yang akan terus membawa perubahan nyata ke wilayah-wilayah lain yang membutuhkan. Prodi Teknik Bangunan FKIP Undana dengan tegas menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul dalam tataran teori, tetapi juga adaptif, solutif, dan berdaya guna secara optimal di tengah masyarakat.
Kegiatan pengabdian ini menjadi bukti konkret komitmen PTB FKIP Undana dalam menghasilkan lulusan yang siap menghadapi berbagai tantangan nyata di lapangan. Dengan memadukan teori dan praktik secara seimbang, serta menanamkan nilai-nilai luhur pengabdian kepada masyarakat, Undana berharap dapat terus melahirkan insinyur dan pendidik teknik bangunan yang tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif dan berkelanjutan bagi pembangunan daerah serta kemajuan bangsa.(Iyl)

