(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

UNDANA Siapkan Mahasiswa dengan Etika AI Lewat “Hour of Code”

Kupang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) baru-baru ini menggelar kuliah umum virtual yang berfokus pada pentingnya etika dan jejak digital profesional di era informasi. Mengusung tajuk “Hour of Code: Mendorong Etika dan Jejak Digital Profesional di Era Informasi”, acara ini merupakan bagian esensial dari program AI Ready ASEAN, sebuah inisiatif yang didukung oleh Google.org, bekerja sama dengan mitra nasional Kaizen Collaborative Impact. Kehadiran dosen, mahasiswa, serta beragam pemangku kepentingan dari sektor pendidikan tinggi dan masyarakat digital menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap topik krusial ini.

Kuliah umum ini secara khusus menyoroti urgensi pemahaman dasar-dasar berpikir komputasional, pemrograman, dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang etis serta bertanggung jawab. Di tengah derasnya arus Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan AI yang pesat, UNDANA memandang perlu untuk membekali mahasiswanya dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni. Tujuannya adalah memastikan sivitas akademika tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak dan beretika dalam setiap aspek kehidupan akademik maupun profesional.

Penyelenggaraan kegiatan ini menegaskan komitmen UNDANA terhadap pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat (PkM) dan peningkatan kapasitas literasi digital sivitas akademika. Melalui kemitraan strategis dengan Kaizen Collaborative Impact, yang merupakan mitra resmi inisiatif AI Ready ASEAN, kuliah umum ini secara spesifik bertujuan untuk meningkatkan kesadaran etis dalam penggunaan AI di lingkungan akademik, melatih kemampuan dasar logika berpikir komputasional dan kreatif, serta mendorong pemanfaatan AI untuk penyusunan karya ilmiah dan pemecahan masalah nyata di masyarakat.

Peran penting dalam membimbing diskusi ini diemban oleh Rizki Febriana, seorang ahli yang berpengalaman luas di bidangnya. Beliau menjabat sebagai Chief Learning Officer Kaizen Room dan merupakan Digital Business Trainer aktif di berbagai program nasional dan ASEAN yang diakui, seperti Bangkit Academy by Google, Microsoft PandAI, serta Grow with Google. Dengan rekam jejaknya sebagai Master Trainer untuk inisiatif AI Ready ASEAN, Rizki menghadirkan perspektif yang mendalam dan relevan mengenai etika digital dan penggunaan AI.

Dalam sesi berdurasi 60 menit yang dikemas secara interaktif melalui platform Zoom, Rizki membahas topik inti “Etika dan Jejak Digital Profesional di Era Informasi”. Ia secara lugas mengajak para peserta untuk memahami batasan penggunaan AI, menghindari ketergantungan pada jawaban instan, serta menekankan esensi dari kemampuan riset, verifikasi informasi, dan empati digital. Rizki menegaskan bahwa AI bukanlah solusi akhir, melainkan sebuah alat bantu yang efektivitasnya sangat tergantung pada kualitas perintah atau “prompt” yang diberikan dan data yang melatihnya.

“Kalau kita tidak tahu cara bertanya dengan benar, hasil AI pun tidak akan optimal,” tegas Rizki, memberikan penekanan pada pentingnya kemampuan berpikir kritis dan formulasi pertanyaan yang tepat saat berinteraksi dengan AI. Sesi ini diawali dengan sambutan singkat dari panitia dan tim Kaizen, menciptakan suasana yang kondusif untuk pembelajaran dan diskusi dua arah. Pendekatan interaktif ini dirancang untuk memaksimalkan pemahaman dan keterlibatan peserta.

Untuk mengukur pemahaman awal dan akhir peserta, mahasiswa diajak untuk mengisi kuis interaktif melalui pemindaian kode QR. Selain itu, mereka juga didorong untuk berbagi hasil dan refleksi dari pengalaman penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari, seperti penyelesaian tugas kuliah dan penelitian. Metode ini tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi, tetapi juga memfasilitasi pertukaran pengalaman dan pemahaman di antara para peserta, memperkaya proses pembelajaran secara kolektif.

Kegiatan ini menawarkan manfaat multidimensi yang signifikan. Bagi mahasiswa, partisipasi dalam kuliah umum ini berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan pemecahan masalah. Lebih jauh, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran sosial melalui praktik langsung PkM berbasis teknologi. Bagi dosen, inisiatif ini merupakan wujud nyata implementasi TriDharma Perguruan Tinggi, penguatan jejaring profesional, serta sumber potensial untuk publikasi ilmiah atau pengembangan bahan ajar yang relevan.

Di sisi lain, bagi masyarakat luas, kuliah umum ini membuka wawasan yang lebih luas terhadap manfaat praktis teknologi dan AI dalam memecahkan masalah lokal, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Hal ini menunjukkan potensi besar AI sebagai katalisator solusi bagi tantangan nyata di komunitas. Sebagai penutup, peserta diminta untuk mengisi formulir evaluasi daring sebagai umpan balik untuk perbaikan program di masa mendatang.

Acara ini ditutup dengan ajakan untuk terus mengeksplorasi teknologi, berbagi pengetahuan, dan senantiasa menjaga etika digital dalam setiap langkah akademik dan profesional. Mengutip Rizki di akhir sesi, “The future doesn’t just happen it’s created by those willing to learn and lead. That’s you,” kata-kata ini menggugah semangat para peserta untuk menjadi pemimpin digital yang bertanggung jawab. Kuliah umum daring ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Nusa Cendana, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis, tidak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga aktif membentuk generasi muda yang cakap teknologi, beretika, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Program ini juga membuka peluang lebih luas untuk kolaborasi berkelanjutan antara UNDANA, Kaizen Collaborative Impact, dan inisiatif digital ASEAN lainnya. (Iyl)

Comments are closed.
Archives