(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Audiensi Panitia Konferensi Internasional IAPA 2025 FISIP Undana bersama Gubernur NTT

KUPANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah progresif dalam persiapan Indonesian Association for Public Administration (IAPA) International Conference 2025. Dalam upaya menjamin kesuksesan konferensi berskala internasional ini, FISIP Undana telah menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang puncaknya ditandai dengan audiensi penting bersama Gubernur NTT, Bapak Emanuel Melkiades Laka Lena, pada Rabu (25/06/2025). Pertemuan ini tidak hanya berfokus pada dukungan konferensi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi krusial untuk menjawab tantangan pembangunan di NTT.

Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Gubernur NTT tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FISIP Undana, Dr. William Djani, M.Si. Beliau didampingi jajaran pimpinan fakultas, antara lain Dr. Mas Amah, M.Si (Wakil Dekan Bidang Akademik), Dr. Rudi Rohi, M.Si (Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan), Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana, M.Si (Ketua Panitia IAPA International Conference 2025), Theny Kurniati Pah, S.Sos., M.PA (Sekretaris I), dan Dr. Syukur Adang Djaha, M.AP (Sekretaris II). Kehadiran delegasi ini menegaskan komitmen FISIP Undana untuk menghadirkan forum ilmiah berkualitas sekaligus berkontribusi nyata bagi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, panitia penyelenggara IAPA International Conference 2025 memaparkan secara komprehensif visi, tujuan, dan dampak strategis dari kegiatan yang mengusung tema “Indigenous Public Administration: Bridging Tradition, Innovation, and Governance for a World-Class Public Sector” ini. Konferensi yang dijadwalkan pada 27-28 Oktober 2025 di Undana ini diharapkan dapat menjadi platform vital bagi para akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk mendiskusikan tantangan tata kelola pemerintahan dan inovasi dalam administrasi publik. Panitia juga secara resmi memohon dukungan Pemprov NTT dan mengundang Gubernur Laka Lena sebagai pembicara kunci.

Gubernur Laka Lena menyambut baik inisiatif ini dengan antusiasme tinggi. Beliau menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan konferensi dan menegaskan kesediaannya untuk hadir serta berkontribusi sebagai narasumber utama. Komitmen Pemerintah Provinsi NTT ini tidak hanya memperkuat legitimasi institusional IAPA International Conference, tetapi juga mencerminkan sinergi positif antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan pembangunan regional.

Tak berhenti pada dukungan konferensi, pertemuan ini juga berkembang menjadi diskusi konstruktif mengenai peran strategis FISIP Undana, khususnya Jurusan Administrasi Negara, dalam mendukung pembangunan NTT. Gubernur Laka Lena secara spesifik menyoroti persoalan akurasi dan ketersediaan data di berbagai sektor yang kerap menjadi hambatan bagi investasi dan perencanaan pembangunan di NTT. “Banyak investor/pengusaha datang di NTT untuk menanamkan modalnya di sini, karena banyak potensi yang mereka lihat. Namun menjadi kendala bagi kita ketika data khususnya data potensi tiap daerah hingga ke pelosok desa di NTT yang diminta oleh para investor tidak lengkap dari kita,” ungkap Gubernur.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Laka Lena secara langsung meminta kontribusi aktif FISIP Undana untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam mengatasi masalah data ini. Harapannya, melalui kerja sama ini, data-data pembangunan di NTT bisa menjadi lebih akurat dan mutakhir, sehingga memudahkan pengambilan keputusan dan menarik lebih banyak investasi. Permintaan ini menunjukkan kepercayaan pemerintah daerah terhadap kapasitas akademik FISIP Undana dalam memberikan solusi konkret.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti isu kesehatan masyarakat, khususnya stunting, yang masih menjadi tantangan serius di NTT. Beliau bahkan menyinggung peran mahasiswa dalam isu ini, baik dampak positif maupun negatifnya. “Persoalan stunting terjadi salah satunya karena pernikahan dini atau ‘kumpul kebo’ yang dilakukan oleh para mahasiswa/i. Akibat pergaulan bebas di kos-kosan, mereka akhirnya hamil, dan menjadi masalah juga dalam keluarga, yang akhirnya bayi yang lahir tidak terurus dengan baik, kekurangan nutrisi, tumbuh kembangnya terganggu, hingga akhirnya stunting,” jelas Gubernur. Beliau bahkan berencana untuk duduk bersama membahas Perda yang mengatur tentang kos-kosan sebagai salah satu solusi masalah sosial dan kesehatan di NTT.

Merespons berbagai isu strategis tersebut, Dekan William Djani menegaskan kesiapan FISIP Undana untuk selalu berkolaborasi dalam mendukung program pembangunan Pemprov NTT. “Melalui berbagai kegiatan baik dalam kelas dan luar kelas (lapangan), kami selalu siap memberikan dukungan khususnya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM),” ujar Dr. Djani. Ia juga menambahkan bahwa terkait isu stunting, FISIP Undana siap berkolaborasi lintas sektor dengan upaya rekayasa sosial, pendidikan, advokasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi faktor-faktor penyebab pernikahan dini.

Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi dan kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi NTT dengan lembaga pendidikan merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari kedua belah pihak, diharapkan visi “NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan” dapat segera terwujud. (Ing)

Comments are closed.
Archives