(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Gebrak Inklusi Ekonomi! FEB Undana Bekali Difabel Kupang Literasi Keuangan dan Skill Wirausaha Digital

Kupang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Cendana (Undana) menunjukkan komitmen kuatnya dalam mewujudkan inklusi ekonomi bagi penyandang disabilitas di Kota Kupang. Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) inovatif, FEB Undana berkolaborasi strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Dinas Sosial Kota Kupang. Program bertajuk “Membangun Kemandirian Wirausaha dan Literasi Keuangan bagi Difabel di Kota Kupang pada Era Revolusi Investasi 5.0 dan Era Digital” ini bertujuan memberdayakan penyandang disabilitas agar mampu bersaing di era ekonomi digital.

Kegiatan penting ini dilaksanakan pada Selasa, 24 Juni 2025, bertempat di Aula Serbaguna Kopdit solidaritas, Jl. Keuangan Negara II, Kupang. Acara ini berhasil menarik partisipasi antusias dari puluhan peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas, mahasiswa, dan perwakilan pemangku kepentingan. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama yang tinggi terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemandirian kaum difabel di Kota Kupang.

Program PKM ini turut menjadi bagian integral dari visi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Kupang. Tujuannya jelas, yakni membekali para penyandang disabilitas dengan peningkatan literasi keuangan yang komprehensif serta kemandirian ekonomi yang kuat. Fokus utama pelatihan mencakup tiga pilar penting: kewirausahaan berbasis teknologi, edukasi tentang trading digital melalui aplikasi saham, dan pendampingan literasi keuangan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan mereka.

Inisiatif ini dirancang secara khusus untuk mengatasi berbagai tantangan, baik sosial, teknologi, maupun infrastruktur, yang selama ini menghambat partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam sektor ekonomi. Dengan memberikan akses dan pengetahuan yang setara, program ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi mereka untuk berkontribusi secara signifikan dalam perekonomian digital, sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST, M.Eng, menegaskan bahwa pengabdian masyarakat bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan harus memberikan dampak yang terukur dan berkelanjutan. “Prinsip inklusivitas dan keberlanjutan menjadi landasan kami. Tidak boleh ada yang tertinggal dalam pembangunan, termasuk penyandang disabilitas,” tegasnya, menyoroti pentingnya keadilan sosial.

Prof. Jefri juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini menjadi wadah krusial untuk mengaplikasikan hasil riset dan mencari solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa seluruh penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh Undana diarahkan untuk mendukung penuh kebijakan pemerintah daerah, khususnya di Kota Kupang dan Provinsi NTT, demi kemajuan bersama yang inklusif.

Mewakili Wali Kota Kupang, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Bernadinus Mere, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, sinergi antara FEB Undana, OJK, BEI, dan Dinas Sosial ini sangat mendukung upaya inklusi dan keadilan sosial bagi penyandang disabilitas, yang selama ini seringkali terpinggirkan.

“Banyak difabel masih terpinggirkan dari akses ekonomi digital dan literasi keuangan. Program ini membantu mereka menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing, sejalan dengan visi Kota Kupang sebagai ‘Kota Kasih’ yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” papar Bernadinus. Ia juga memuji konsistensi Undana dalam mendukung program pemerintah, seperti pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi UMKM dan kerja bakti massal penanganan sampah.

Sesi pemaparan materi dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia menjadi inti dari pelatihan ini, memberikan wawasan mendalam tentang literasi dan investasi keuangan. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, sesi foto bersama, dan penyerahan paket sembako kepada peserta difabel sebagai wujud nyata kepedulian dari para penyelenggara, mengakhiri acara dengan kesan positif.

Kolaborasi yang solid antara akademisi, pemerintah, dan sektor keuangan ini, diinisiasi oleh  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana, yang telah memberikan contoh nyata bagaimana sinergi dapat mewujudkan pembangunan dengan tidak meninggalkan siapa pun masyarakatnya. Diharapkan, program ini tidak hanya berhenti di sini, melainkan menjadi langkah awal yang inspiratif untuk pengembangan inisiatif serupa di masa mendatang demi masa depan yang lebih baik dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.(Ing)

Comments are closed.
Archives