(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Akreditasi Unggul: Pengakuan BAN-PT atas Komitmen Mutu Berkelanjutan Undana

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) telah menorehkan sejarah penting dalam perjalanan pendidikan tinggi di Indonesia bagian timur. Berkat konsistensi dalam menjaga mutu dan inovasi, Undana berhasil meraih status Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Februari lalu. Pencapaian prestisius ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika Undana, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Untuk memastikan pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi akreditasi terbaru dan menjaga keberlanjutan mutu, Undana secara proaktif menggelar kuliah umum bertajuk “Regulasi Akreditasi yang Baru”. Acara penting ini menghadirkan langsung para pimpinan BAN-PT sebagai narasumber utama, sebuah langkah strategis yang menunjukkan komitmen Undana terhadap standar pendidikan nasional.

Kuliah umum yang diselenggarakan di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat Undana pada Rabu, 21 Mei 2025 itu dibanjiri oleh pimpinan universitas dan fakultas. Dua narasumber utama yang memberikan pencerahan adalah Prof. Ari Purbayanto, Ph.D, selaku Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, dan Prof. Dr. Slamet Wahyudi, ST., MT, anggota Dewan Eksekutif BAN-PT. Tak ketinggalan, Prof. Mulyono Baskoro., Ph.D, Asesor BAN-PT, juga turut memperkaya diskusi.

Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran langsung Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, bersama jajarannya. Turut mendampingi adalah Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si, Kepala LP3M, Dr. Ir. Jacob M. Ratu, M.Kes, para pimpinan fakultas dan program studi, serta Tim Task Force AIPT Undana yang selama ini berjuang keras demi pencapaian ini.

Unggul Bukan Akhir, Melainkan Awal Tanggung Jawab Baru
Dalam sambutannya, Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, menyampaikan apresiasi mendalam kepada BAN-PT atas bimbingan dan dukungan yang tak putus selama proses reakreditasi institusi. “Tanpa bimbingan dan dukungan Prof. Ari dan jajaran Dewan Eksekutif BAN-PT, pencapaian ini tentu tidak mudah diraih,” ungkap Rektor.

Beliau juga menyoroti keistimewaan yang didapat Undana. “Saat banyak perguruan tinggi lain masih menunggu giliran, Undana mendapat kesempatan untuk divisitasi lapangan secara langsung. Ini adalah sesuatu yang patut kita syukuri bersama,” tambahnya, menunjukkan bahwa proses akreditasi Undana mendapat perhatian khusus dari BAN-PT.

Rektor tak lupa menyampaikan penghargaan kepada seluruh tim, mulai dari tingkat program studi hingga Task Force AIPT, atas dedikasi dan kerja keras mereka. Namun, ia mengingatkan bahwa status “Unggul” bukanlah titik akhir dari sebuah perjuangan. Justru, ini adalah awal dari tanggung jawab baru untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di Undana agar tetap relevan dan berdaya saing tinggi.

Prof. Ari Purbayanto dalam pemaparannya menegaskan bahwa pencapaian akreditasi unggul tidak dapat diperoleh secara instan. Keberhasilan Undana, menurutnya, adalah buah dari kerja kolektif yang berkelanjutan dan konsisten dalam menerapkan sistem penjaminan mutu.

Prof. Ari memaparkan bahwa data objektif yang terekam dalam sistem BAN-PT menunjukkan potensi besar Undana untuk meraih akreditasi unggul. Beliau merinci capaian institusi dari sisi jumlah program studi, dosen, dan mahasiswa yang semuanya menunjukkan tren positif, mengindikasikan peningkatan kualitas yang signifikan.

“Data yang terekam di sistem BAN-PT menunjukkan bahwa Undana secara konsisten meningkatkan kualitasnya. Kinerja institusional yang baik ini menjadi dasar kuat bagi Undana untuk meraih status Unggul,” ungkap Prof. Ari, menekankan pentingnya data sebagai bukti konkret.

Lebih lanjut, Prof. Ari menegaskan, “Capaian ini hanya mungkin terwujud melalui kerja keras, komitmen bersama, dan kepemimpinan yang kuat. Kami melihat bahwa Undana menjalankan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi dengan baik, konsisten, dan terus berkembang.” Ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan yang efektif dan budaya mutu yang kuat adalah pilar utama keberhasilan Undana.

Ia juga menyoroti peran strategis akreditasi sebagai bentuk verifikasi terhadap standar mutu pendidikan yang diselenggarakan oleh institusi. Menurutnya, akreditasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen vital untuk menjamin kualitas lulusan dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi di era Society 5.0 yang menuntut adaptasi dan inovasi berkelanjutan.

Memahami Kriteria Akreditasi Baru: Tantangan dan Peluang
Prof. Dr. Slamet Wahyudi, dalam sesi pemaparannya, menguraikan bahwa akreditasi kini dilakukan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan merujuk pada PerBAN-PT No. 13 Tahun 2023 tentang Sistem Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi.

Beliau merinci empat kriteria utama penilaian mutu pendidikan tinggi yang menjadi fokus BAN-PT: pertama, Budaya Mutu (Culture) yang menekankan efektivitas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan tumbuhnya budaya mutu berkelanjutan. Kedua, Relevansi (Relevance) yang mengukur kesesuaian Tridharma (Input, Proses, Output) dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Ketiga, Akuntabilitas (Accountability) yang berfokus pada penegakan prinsip Good University Governance (GuG) dan integritas. Dan yang keempat, Diferensiasi Misi (Mission) yang menilai konsistensi dalam penetapan dan pelaksanaan fokus institusi.

Prof. Slamet menekankan bahwa data besar yang dimiliki Undana, sebagai hasil dari kerja kolektif unit-unit terkecil di lingkungan universitas, akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan akreditasi program studi secara menyeluruh di masa depan. Ini menunjukkan pentingnya sinergi antar unit dalam mencapai tujuan bersama.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si, secara terpisah menjelaskan bahwa kunjungan BAN-PT tidak hanya memberikan informasi teknis, tetapi juga menjadi momen apresiasi atas kinerja Undana yang dinilai layak menyandang status “Unggul”. Prof. Annytha Detha menyampaikan rasa syukur dan menegaskan pentingnya menjadikan pencapaian ini sebagai momentum untuk memperkuat semangat seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan mutu dan daya saing.

Selanjutnya apa yang akan dicapai Undana? Dengan capaian akreditasi “Unggul” ini, Undana optimistis bahwa ke depan akan lebih banyak program studi di lingkungan universitas yang akan meraih predikat unggul. Hal ini sejalan dengan penguatan mutu institusi secara menyeluruh dan komitmen Undana untuk terus berinovasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. (Ref)

Comments are closed.
Archives