(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

PHI ke-91, Perempuan Didorong Wujudkan Emansipasi

Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-91 tahun 2019 sebagai momentum peringatan perjuangan kaum perempuan di Indonesia. Karena itu, perempuan terus didorong agar mampu mewujudkan emansipasi; persamaan peran dan kedudukannya dengan laki-laki. “Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang dituntut untuk sadar dan aktif meraih akses dan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam berbagai bidang pembangunan,” tegas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam sambutannya yang dibacakan Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu, M. Si., Ph.D pada upacara bendera PHI ke-91 di halaman gedung Rektorat Undana Penfui, Senin (23/12/19).

PHI diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong  pemangku kepentingan guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. “Dan pada akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai motor penggerak sekaligus agen perubahan,” ujarnya.

PHI ke-91, sebut Menteri PPPA sebagai titik awal gerakan percepatan pemberdayaan perempuan di berbagai bidang pembangunan dan memberikan perlingungan bagi perempuan untuk mewujudkan arahan Presiden. “Sehingga tema utama yang diangkat dalam PHI ini adalah “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju,” katanya.

Dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi perempuan, maka diperlukan pelibatan semua unsur masyrakat dan multistakeholders (semua pemangku kepentingan, red), termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye yang mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender. “Selain itu keterlibatan laki-laki dalam “He for She” (dia /Laki-laki untuk dia/perempuan) menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput,” paparnya.

Menteri PPPA juga mengajak semua perempuan untuk terus maju, mampu menjadi  sosok mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri, dan tentunya akan bersama laki-laki menjadi kekuatan besar yang memastikan terwujudnya SDM unggul dan berdaya saing menuju Indonesia maju. “Selamat Hari Ibu ke-91 bagi kita semua. Semuaga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi semua langkah dan perjuangan dalam membangun bangsa dan negara tercinta, Indonesia,” tukasnya.

Sebelumnya, disebutkan, tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan dan kesatuan menuju Indonesia yang aman, tentram, damai, adil dan makmur sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Untuk itu, sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah tersebut, PHI ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai hari nasional, sekaligus sebagai tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia dan diperingati setiap tahunnya baik di dalam dan luar negeri.

Hadir pada upacara tersebut, para wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Direktur PPs dan Wadir, para Ketua Lembaga, para Kepala Biro, Ketua Dharma Wanita Persatuan Undana, Ny. Ir. Grace Benu-Ale Bersama sejumlah anggota DWP Undana, para dosen, pegawai dan mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. [rfl/ds]

Comments are closed.
Archives