WAIKABUBAK – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dan Polres Sumba Barat menjalin kemitraan strategis melalui kegiatan Sosialisasi Bidang Pendidikan yang dilaksanakan di Aula Polres Sumba Barat pada Jumat (10/10/2025) pukul 14.00 WITA.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, S.S., M.H., yang juga merupakan alumni Undana dan dihadiri oleh Rektor Undana Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr. drh. Annytha I R Detha, M.Si serta jajaran Pejabat Utama kepolisian. Turut hadir sekitar 100 personel Polres Sumba Barat.
Kapolres Harap Undana Jadi ‘Tangga’ Peningkatan Pendidikan
Dalam sambutannya, Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan Undana. Beliau berharap sosialisasi ini dapat memberikan manfaat signifikan bagi seluruh personel, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan keluarga.

“Dengan adanya sosialisasi ini, semoga bisa menjadi tangga bagi personel maupun keluarga besar Polres Sumba Barat untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Nusa Cendana,” ungkap Kapolres, menunjukkan dukungan penuh terhadap peningkatan kualitas SDM di institusinya.
Sementara itu, Rektor Undana Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan momen penting untuk menjalin hubungan kekeluargaan dan menegaskan peran kampus dalam mendukung institusi kepolisian.

“Peningkatan pendidikan bagi aparat kepolisian sangat penting untuk memperkuat kualitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Undana, sebagai universitas unggul dan terverifikasi baik, membuka kesempatan luas bagi personel Polri untuk menempuh pendidikan mulai dari jenjang S1, S2, hingga S3.
Fasilitas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., menjelaskan secara teknis peluang yang ditawarkan Undana. Ia menyoroti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkan anggota Polri memperoleh pengakuan atas pengalaman kerja dan keahlian mereka, sehingga dapat mempercepat penyelesaian studi dengan konversi jumlah SKS yang diakui.

Ia juga menegaskan bahwa anggota Polri dapat menempuh jalur reguler tanpa harus meninggalkan tugas pokok dan tanggung jawab sebagai aparat penegak hukum, melalui kerja sama kelembagaan yang kuat antara Undana dan kepolisian.
Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Melalui kemitraan ini, diharapkan semakin banyak anggota Polri dan keluarganya yang termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Pendidikan dianggap sebagai kunci utama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berintegritas, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya hak asasi manusia dalam menjalankan tugas kepolisian. (Ing)
