(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Beri Angin Segar: Bantuan dan Potongan UKT untuk Mahasiswa Terdampak Erupsi Lewotobi

Kupang, NTTUniversitas Nusa Cendana (Undana) menunjukkan komitmen kuatnya terhadap kesejahteraan mahasiswa dengan menyalurkan bantuan langsung kepada 33 mahasiswa yang keluarganya terdampak erupsi Gunung Lewotobi. Penyerahan bantuan yang berlangsung di Gedung Rektorat Undana pada Kamis, 5 Juni 2025, ini menjadi bukti nyata dukungan signifikan dari perguruan tinggi terhadap civitas akademika yang terdampak bencana.

Bantuan yang disalurkan Undana ini bukan sekadar bentuk kepedulian biasa. Undana memberikan kebijakan pemberian dana tunai serta mengumumkan kebijakan reduksi Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi para mahasiswa terdampak. Inisiatif ini bertujuan jelas: meringankan beban finansial mahasiswa dan keluarga yang sedang berjuang di tengah bencana alam yang melanda kampung halaman mereka. Rektor Undana bahkan turut menyampaikan dukungan moral dan doa tulus bagi seluruh keluarga yang masih berjuang di wilayah Lewotobi.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang III Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc. Meski para mahasiswa ini berada di Kupang, jauh dari pusat aktivitas vulkanik, situasi di Lewotobi yang berdampak langsung pada keluarga mereka membawa serta tantangan yang tidak ringan.

Wujud Kepedulian Humanis Undana

Rektor Undana menegaskan bahwa inisiatif ini didasari oleh pemahaman mendalam Undana terhadap kondisi yang dihadapi mahasiswanya. Ini juga merupakan cerminan nilai kepedulian humanis yang tertanam kuat di lingkungan Undana. “Momen ini juga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang urgensi memiliki rasa kepedulian, tanpa memandang seberapa besar atau kecil dampak yang dirasakan,” ujar Rektor.

Selain bantuan langsung, Prof. Maxs juga mengumumkan kebijakan krusial berupa reduksi UKT bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak erupsi. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan bahwa kendala finansial akibat bencana tidak akan menghalangi atau mengganggu kelanjutan pendidikan mereka. “Satu hal penting yang ingin saya yakinkan adalah bahwa kami telah mengalokasikan dan akan memberikan reduksi besaran UKT bagi mahasiswa terdampak erupsi Lewotobi,” terang Rektor dengan keyakinan. Ia menambahkan, laporan resmi mengenai kebijakan ini pun sudah disampaikan kepada perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Komisi XI DPR RI. Bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria, proses pengajuan dapat segera dilakukan dengan melampirkan bukti-bukti pendukung yang relevan.

Apresiasi dari Mahasiswa Terdampak

Bantuan dan kebijakan reduksi UKT ini disambut hangat dan penuh rasa syukur oleh para mahasiswa penerima. Febriana Yorlina Soge, salah satu penerima bantuan, menyampaikan apresiasinya. “Dukungan langsung ini benar-benar terasa sangat meringankan beban orang tua kami di kampung halaman,” ujarnya. Ia menekankan bahwa dengan kondisi keluarga di Lewotobi yang terdampak langsung erupsi, bantuan ini menjadi sangat berarti.

Langkah konkret Undana melalui penyaluran bantuan langsung dan pemberian reduksi UKT bagi mahasiswa terdampak ini merepresentasikan dukungan nyata dari universitas. Lebih dari sekadar institusi pendidikan, Undana berupaya menjadi fasilitator bagi daya juang dan semangat adaptasi mahasiswa dalam melewati masa sulit. Diharapkan, dukungan ini dapat memastikan bahwa kondisi yang ada tidak menjadi penghalang bagi keberlangsungan studi dan cita-cita masa depan mereka. Hal ini juga menjadi contoh nyata bagaimana sebuah institusi pendidikan dapat berkontribusi aktif dalam kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, khususnya di tengah situasi krisis. (Audc)

Comments are closed.
Archives