KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menuntaskan rangkaian Wisuda Magister, Profesi, Sarjana, dan Diploma Periode IV Tahun 2025 dengan mengukuhkan 1.124 lulusan pada Sesi II di Grha Cendana, Jumat, 19 Desember 2025 siang. Dengan berakhirnya sesi kedua ini, Undana resmi melepas total 1.824 wisudawan pada akhir tahun 2025.
Pengukuhan sesi kedua ini mencakup lulusan dari berbagai jenjang, mulai dari 17 lulusan Program Pascasarjana, 10 lulusan Profesi Dokter, hingga ribuan sarjana dari sembilan fakultas. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) kembali menyumbangkan lulusan terbanyak dengan 383 orang, disusul Fakultas Sains dan Teknik (FST) sebanyak 171 orang, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan 149 lulusan.

Wisuda sesi ini tampil istimewa dengan paparan dua orasi ilmiah yang mengombinasikan kekuatan riset lokal dan kepedulian global. drh. Antin Yeftanti Nugrahening Widi, M.Trop.V.Sc., Ph.D. mempresentasikan riset mengenai tanaman “patah tulang” (Euphorbia tirucalli) sebagai agen penyembuh luka medis. Temuan ini menegaskan bahwa kekayaan alam Nusa Tenggara Timur memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi inovasi medis berstandar ilmiah.


Dari perspektif sosial, Dr. Jeffry A. Ch Likadja, S.H., M.H., CIQar. menyampaikan orasi mengenai urgensi penguatan Hukum Humaniter Internasional di tengah pesatnya teknologi militer modern. Ia menekankan bahwa perlindungan nilai-nilai kemanusiaan harus tetap menjadi kompas utama dalam setiap regulasi konflik masa depan, sebuah pengingat penting bagi para lulusan hukum dan politik Undana.
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Balle, S.T., M.Eng., dalam pidato penutupnya yang emosional, kembali menggunakan metafora catur untuk membakar semangat para wisudawan. Beliau mengingatkan bahwa gelar akademik yang diraih hanyalah langkah pembuka untuk memasuki “liga kehidupan” yang sesungguhnya, di mana tantangan yang dihadapi akan jauh lebih kompleks.

“Para wisudawan, permainan hari ini mungkin selesai, namun liga kehidupan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Jadilah ‘Ratu’ yang bijaksana di papan catur kehidupan masing-masing,” ujar Prof. Jefri dengan nada tegas, mendorong alumni untuk tetap memiliki strategi matang dan integritas yang teguh.
Rektor juga menekankan pentingnya penguasaan keterampilan abad ke-21 agar para alumni mampu menjadi solusi bagi berbagai persoalan bangsa. Beliau berharap para lulusan dapat menjadi “pohon rindang” yang buahnya dapat dinikmati oleh masyarakat Flobamora dan bangsa Indonesia, sesuai dengan jati diri Undana sebagai universitas yang berdampak bagi masyarakat.



Penutupan rangkaian wisuda Periode IV Tahun 2025 ini menandai kesiapan Undana dalam menyongsong tahun akademik baru dengan standar kualitas yang terus ditingkatkan. Kehadiran ribuan lulusan baru ini diharapkan mampu mengakselerasi pembangunan di berbagai sektor, membawa nama baik almamater, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan inovasi di mana pun mereka mengabdi. (Audc)
