(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Tinggalkan Hafalan (Surface Learning): Prodi Biologi FKIP Undana Dorong Transformasi Pembelajaran Berbasis Deep Learning Menuju Era Society 5.0

KUPANG – Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) menyelenggarakan Seminar Nasional (Semnas) IV dengan tema krusial: “Transformasi Pembelajaran Biologi Berbasis Deep Learning Menuju Era Society 5.0.” Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida (online-offline) pada Jumat (24/10/2025) ini menghadirkan pakar dari UNS Surakarta, Dr. Bowo Sugiarto, S.Pd., M.Pd., sebagai pembicara utama.

Dalam paparannya, Dr. Bowo menjelaskan bahwa masyarakat telah beralih dari Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0—sebuah era yang mengombinasikan super smart society dengan pendekatan yang berpusat pada manusia (human-centered).

“Teknologi harus kembali memanusiakan manusia. Di era 5.0, manusia harus menjadi pusat dari setiap kemajuan,” tegasnya.

Tantangan Pendidikan Biologi di Indonesia

Dr. Bowo menyoroti tantangan utama di Indonesia, di mana pembelajaran biologi masih didominasi oleh surface learning, yaitu pendekatan yang menitikberatkan pada hafalan fakta ketimbang pemahaman mendalam. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya integrasi antara biologi, teknologi, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mendorong transformasi melalui pembelajaran berbasis deep learning. Transformasi ini harus berpegangan pada tiga prinsip: 1) mindful learning (kesadaran penuh), 2) meaningful learning (bermakna dan kontekstual), dan 3) joyful learning (menyenangkan dan memotivasi).

Deep learning, menurutnya, bukan sekadar belajar secara kuantitatif, tetapi merupakan proses refleksi mendalam, kolaborasi, dan perubahan fundamental pada cara berpikir.

Deep learning harus menekankan proses, bukan sekadar hasil akhir. Tujuannya bukan nilai ujian tinggi, tetapi perubahan sikap dan cara berpikir,” katanya.

Mencetak Generasi Cerdas dan Berkarakter (Humane)

Dr. Bowo menekankan bahwa tujuan pendidikan di era Society 5.0 adalah mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi (smart secara digital), tetapi juga memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang kuat (humane). Pembelajaran harus mengintegrasikan keterampilan digital dengan kemampuan berpikir kritis, empati, dan kesadaran sosial.

Senada dengan visi tersebut, Koordinator Prodi Pendidikan Biologi FKIP Undana, Dr. Andam S. Ardan, M.Si., menjelaskan relevansi seminar ini.

“Prodi Pendidikan Biologi ingin ambil bagian untuk mendalami dan mengkaji lebih lanjut tema ini. Melalui seminar, peserta dan pemakalah dapat berbagi hasil penelitian, menjalin kolaborasi, dan memperoleh informasi baru untuk pengembangan riset, terutama bagi mahasiswa calon guru,” jelasnya.

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai wilayah, termasuk Nias, ini diharapkan dapat memperluas wawasan dosen dan mahasiswa mengenai inovasi pembelajaran berbasis deep learning yang relevan dengan tuntutan era digital saat ini. (Ref)

Comments are closed.
Archives