(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Sociusoul Gelar Kunjungan Perdana: Edukasi Kesehatan Mental Sejak Dini di Panti Asuhan Sonaf Maneka

KUPANG – Komunitas Sociusoul, sebuah inisiatif mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Nusa Cendana (Undana) yang baru berusia dua bulan, sukses menggelar kunjungan perdana ke Panti Asuhan Sonaf Maneka di Jalan Timur Raya KM.10 No.26, Lasiana, Kupang. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap isu kesehatan mental sejak dini, khususnya di kalangan anak-anak, sekaligus menjadi ajang pembelajaran bagi anggota komunitas untuk merancang program-program selanjutnya yang lebih mendalam.

Kunjungan ini tak hanya membawa bantuan berupa sembako dan pakaian layak pakai untuk menunjang kebutuhan material panti, tetapi juga fokus pada edukasi perilaku peduli kesehatan mental yang disesuaikan dengan usia anak-anak. Anak-anak dari balita hingga remaja menjadi target utama kegiatan ini. Beberapa kegiatan interaktif yang diselenggarakan meliputi permainan balon kelompok, sesi interaktif, berbagi cerita singkat, dan hiburan. Melalui aktivitas ini, Sociusoul berupaya menanamkan nilai-nilai seperti percaya diri dan menjadi pendengar yang baik, yang merupakan bagian integral dari pemahaman kesehatan mental.

Dedikasi dan Kolaborasi di Balik Sociusoul
Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota internal komunitas Sociusoul, yang terdiri dari badan pengurus dan panitia dari mahasiswa Sosiologi angkatan 2022 dan 2024. David Raden Andji menjabat sebagai ketua komunitas, dengan Surya Egi Djara sebagai ketua panitia pelaksana kegiatan. Selain mahasiswa Sosiologi, sejumlah relawan dari prodi lain di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana turut berpartisipasi secara sukarela.

Sebelum pelaksanaan, panitia telah melakukan survei dan berkomunikasi langsung dengan pihak panti asuhan. “Kami turut hadir untuk menyambut kehadiran Sociusoul dan sangat memberikan dukungan penuh”, ujar Ibu Maria Imakulata Bulumanu selaku Kepala Panti Asuhan Sonaf Maneka, yang hadir bersama dengan para staf. Perencanaan kegiatan ini dimulai sejak awal Mei 2025, dengan persiapan matang untuk memastikan kelancaran acara.

Pemilihan Panti Asuhan Sonaf Maneka sebagai lokasi kegiatan pertama bukan tanpa alasan. Lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau dari lingkungan kampus menjadi salah satu pertimbangan. Lebih dari itu, panti asuhan, meskipun dikelola dengan baik oleh dinas dan yayasan terkait, masih sering jauh dari perhatian sosial yang lebih luas, terutama dalam konteks isu kesehatan mental. Dinamika kehidupan di panti asuhan dianggap rentan terhadap kurangnya perhatian pada aspek ini.

Membangun Fondasi untuk Masa Depan Kesehatan Mental
Ketua Komunitas Sociusoul dalam wawancaranya bersama Humas Undana, menjelaskan mengenai pemilihan isu kesehatan mental sebagai fokus utama karena relevansinya dengan tantangan kesehatan global saat ini. “Sebagai mahasiswa sosiologi, kami ingin mengamati secara langsung dan menganalisis bagaimana struktur sosial, bisa mempengaruhi isu kesehatan mental”, jelasnya. Komunitas ini menyadari pentingnya literasi kesehatan mental sejak dini, khususnya di lingkungan sosial yang terkadang mengabaikan aspek emosional anak-anak.

Ketika dikonfirmasi mengenai sumber pembiayaan, David menjelaskan bahwa, “dana untuk kegiatan ini berasal dari internal komunitas, sumbangan sukarela mahasiswa, dan dukungan dari Program Studi Sosiologi”, ujarnya. Kegiatan ini menjadi pijakan awal bagi Sociusoul untuk membangun empati sosial dan kesadaran kesehatan mental, baik di kalangan anak-anak maupun mahasiswa. Jika kegiatan ini berjalan sukses, langkah selanjutnya bagi Sociusoul adalah mengedepankan sumber daya intelektual komunitas melalui workshop, diskusi manajemen emosi, pelatihan peer support, dan kolaborasi lebih lanjut terkait isu kesehatan mental.

Respon anak-anak di panti asuhan sangat positif; mereka tampak antusias, ceria, dan berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Keberhasilan kegiatan ini akan diukur melalui refleksi bersama anggota Sociusoul, tanggapan dari pengurus panti, dan observasi respons anak-anak.

Pembelajaran utama yang didapat oleh anggota Sociusoul dari kegiatan perdana ini adalah peningkatan kepekaan sosial, kerja sama tim, dan kemampuan komunikasi empatik dalam membangun hubungan dengan anak-anak. Kegiatan ini juga akan menjadi dasar evaluasi untuk menyusun strategi organisasi ke depan dengan model kegiatan yang lebih terfokus pada isu kesehatan mental secara langsung.

Sociusoul akan mengkomunikasikan dampak kegiatan ini melalui laporan kegiatan, dokumentasi foto/video, publikasi di media sosial, dan presentasi singkat. Komunitas berharap dapat menjalin komunikasi dan kolaborasi jangka panjang dengan Panti Asuhan Sonaf Maneka, serta yayasan dan dinas terkait, untuk kegiatan edukasi kesehatan mental lainnya di masa depan. (Ing)

Comments are closed.
Archives