Atambua
Penerimaan resmi mahasiswa KKN ini dilangsungkan di Gedung Wanita Betelalenok Atambua pada Senin, 23 Juni 2025. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Belu, dosen pembimbing dari kedua universitas, camat dan kepala desa/penjabat, serta tokoh masyarakat setempat, menunjukkan dukungan penuh dari berbagai pihak terhadap inisiatif ini.



Selama dua bulan ke depan, para peserta KKN akan mengabdikan diri di tiga desa perbatasan: Desa Sadi, Desa Tulakadi, dan Desa Silawan. Fokus utama program ini mencakup pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, penguatan pendidikan, dan peningkatan kesehatan masyarakat, yang semuanya dirancang untuk memberikan dampak positif berkelanjutan.
Pelaksana Harian Bupati Belu, Laurentius E. Nahak, M.Si, menyampaikan apresiasi mendalam atas terpilihnya Kabupaten Belu sebagai lokasi KKN-PPM. Ia optimis bahwa kehadiran mahasiswa dari dua kampus ternama ini akan menjadi motor penggerak perubahan positif di desa-desa perbatasan, membawa angin segar bagi kemajuan pembangunan.

“Kami merasa bangga dan berterima kasih kepada UGM dan Undana karena telah memilih Belu sebagai lokasi KKN. Ini merupakan peluang besar bagi masyarakat kami untuk mendapatkan transfer ilmu dan keterampilan,” ujar Laurentius. Ia juga berharap mahasiswa dapat mengidentifikasi permasalahan di lapangan sebagai masukan berharga bagi pemerintah kabupaten.
Dosen Koordinator KKN UGM, Dr. Sulaiman, memastikan bahwa para mahasiswa telah dipersiapkan matang melalui serangkaian pelatihan, studi pendahuluan, dan pembekalan untuk memahami konteks sosial-budaya Belu. “Kami menargetkan agar kolaborasi UGM dan Kabupaten Belu dapat berlangsung hingga tiga atau empat tahun ke depan,” ungkapnya, menegaskan komitmen keberlanjutan program.
Implementasi Program dan Dukungan Berbagai Pihak
Program KKN-PPM ini dirancang dengan berbagai kegiatan konkret. Beberapa di antaranya meliputi pelatihan pertanian organik, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, edukasi gizi dan sanitasi, serta penyuluhan tentang pengelolaan sampah dan lingkungan hidup. Semua kegiatan ini bertujuan langsung untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sebelumnya dalam publikasi yang dilakukan oleh LP2M Undana melalui website resmi lembaga, pelepasan 60 mahasiswa KKN—masing-masing 30 dari UGM dan Undana—telah dilakukan secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Sc, di halaman Gedung Rektorat Undana. Turut hadir Kepala LPPM Undana, Koordinator Pusat KKN, Dosen Pembimbing Lapangan, serta perwakilan Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) wilayah Kupang.




Dilansir dari Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, signifikansi program ini juga ditekankan dalam audiensi Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dengan Koordinator Wilayah (Korwil) KKN UGM di NTT dan Ketua Pengurus Daerah KAGAMA NTT pada Rabu, 25 Juni 2025. Pertemuan ini membahas sinergi program pengabdian masyarakat UGM serta peran alumni dalam mendukung pembangunan daerah.
Prof. Dr. Agr. Ragil Widyorini, S.T., M.T., salah satu Korwil KKN UGM di NTT, menjelaskan bahwa lebih dari 200 mahasiswa UGM telah diterjunkan ke berbagai kabupaten di NTT selama 50 hari untuk menjalankan KKN tematik. Fokusnya pada isu ketahanan pangan, pendidikan anak, mitigasi stunting, dan penguatan ekonomi kreatif lokal.



Gubernur Melki Laka Lena menyambut baik dan memberikan dukungan penuh atas keterlibatan UGM dalam mengirimkan mahasiswa KKN ke wilayah terpencil dan prioritas pembangunan di NTT. Ia menilai program ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi untuk mendorong partisipasi aktif akademisi dalam menjawab tantangan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat.
“Saya berharap dengan adanya mahasiswa/i dari UGM dapat membantu juga program-program yang sedang kami kerjakan bersama yaitu dalam penanganan masalah stunting, selain itu ada juga program pengembangan UMKM masyarakat desa melalui One Village One Product (OVOP) serta berbagai program sosial budaya lainnya,” pungkas Gubernur Melki, menggarisbawahi dampak positif yang diharapkan dari kolaborasi ini. (Ing)
