(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Satu-satunya di Indonesia: Prodi Teknik Tenun Ikat Undana Pamerkan Karya Mahasiswa di IPACS 2025

KUPANG – Program Studi (Prodi) Teknik Pembuatan Tenun Ikat, Fakultas Sains dan Teknik (FST), Universitas Nusa Cendana (Undana) berpartisipasi aktif dalam pameran kebudayaan Indonesia Timur pada acara Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025. Acara bergengsi yang diselenggarakan di Kota Kupang pada 11–13 November ini dihadiri oleh perwakilan dari 17 negara bagian Pasifik dan 10 provinsi di Indonesia.

Keikutsertaan prodi ini menjadi sorotan karena merupakan satu-satunya prodi teknik pertenunan tradisional di Indonesia.

Melestarikan Pengetahuan Tekstil Nusantara

Christine Kayat, S.Pd., M.Pd., Dosen sekaligus Koordinator Pameran Prodi Tenun Ikat Undana, menjelaskan bahwa tujuan utama partisipasi mereka adalah menyoroti peran strategis pendidikan pertenunan tradisional Undana dalam upaya melestarikan pengetahuan tekstil Nusantara.

“Karena prodi teknik pertenunan tradisional memang hanya satu di Indonesia, yaitu di Undana, kami ingin banyak orang tahu bahwa tempat belajar seperti ini tersedia di Undana. Kalau ada yang ingin studi tentang pertenunan tradisional, mereka bisa menemukan ilmunya di sini,” jelasnya.

Karya yang dipamerkan merupakan hasil produksi langsung mahasiswa, yang menegaskan penekanan prodi pada praktik, mencapai 80% dari kurikulum. Untuk memberikan pemahaman utuh, Prodi juga menyajikan demonstrasi pertenunan secara lengkap, mulai dari persiapan benang hingga tahap finishing.

Antusiasme pengunjung terlihat jelas. Banyak yang terkejut mengetahui keberadaan prodi unik ini dan mengapresiasi kualitas karya yang murni dihasilkan oleh mahasiswa.

Mendapat Arahan Khusus dari Menteri

Kehadiran prodi ini juga mendapat perhatian khusus dari Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

“Beliau sangat bangga dan langsung bertanya soal mata kuliah, model pembelajaran, dan riset yang sudah dilakukan. Arahan beliau juga jelas bahwa prodi ini harus terus menghasilkan, bukan hanya SDM, tapi juga buku, penelitian, dan kajian tentang pertenunan,” ungkap Christine, menekankan bahwa output riset menjadi kunci.

Sebagai penutup, Christine menegaskan komitmen prodi untuk menjaga teknik tradisional sambil memperkuat fondasi akademik, khususnya dalam menjalin sinergi yang harmonis antara dunia industri dan akademisi. Upaya ini dilakukan agar mahasiswa tidak ‘timpang’ ketika menjalani magang.

Keikutsertaan Prodi Teknik Pembuatan Tenun Ikat Undana di IPACS 2025 menunjukkan bahwa pelestarian tenun tradisional dapat berjalan seiring dengan pengembangan akademik dan industri. (Audc)

Comments are closed.
Archives