KUPANG – Dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Mental Dunia (World Mental Health Day) tahun 2025, Himpunan Mahasiswa Psikologi (HMP) Universitas Nusa Cendana (Undana) menyelenggarakan webinar bertajuk “Kesehatan Mental di Era 5.0: Tantangan dan Strategi”. Kegiatan ini dikemas dalam seri Psytalk Episode 3 dan berlangsung pada Selasa (7/10/2025) melalui Zoom Meeting.
Webinar ini menghadirkan Christiani N. Miru, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Psikologi Undana, sebagai narasumber, dan diikuti oleh mahasiswa serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap isu kesehatan mental di era digital.

Kesehatan Mental Bersifat Kontinu dan Resiliensi Digital Adalah Kunci
Dalam pemaparannya, Christiani menjelaskan bahwa kesehatan mental bersifat kontinu, di mana kondisi seseorang dapat berubah-ubah antara sehat, stres ringan, hingga gangguan mental berat. Kondisi ini tergantung pada bagaimana seseorang mengelola tekanan dan dukungan yang dimilikinya.
“Kesehatan mental seseorang bisa berubah-ubah. Ada kalanya kita berada di kondisi sehat dan produktif, namun pada waktu lain bisa mengalami tekanan atau stres. Itu normal, selama kita mampu mengelolanya dengan baik,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya resiliensi atau ketangguhan mental dalam menghadapi tantangan Era Digital. Resiliensi dapat dibangun melalui self-care, seperti menjaga keseimbangan diri, mengatur waktu istirahat, hingga membatasi konsumsi informasi yang berlebihan.

Tantangan Era Digital: Mental Fatigue and Loneliness
Christiani menyoroti fenomena tingginya waktu layar (screen time) pada generasi muda yang rata-rata mencapai lebih dari 12 jam per hari. Kondisi ini berisiko menimbulkan kelelahan mental (mental fatigue), menurunkan produktivitas, dan memperbesar rasa kesepian (loneliness).
“Media sosial memang memudahkan kita mendapatkan informasi, tapi di sisi lain bisa menjadi sumber stres karena efek transfer emosi dari konten negatif yang terus-menerus kita lihat,” tambahnya.
Meski demikian, era digital juga membuka peluang positif, seperti akses belajar yang lebih luas dan ruang untuk berekspresi. Christiani mengajak peserta untuk lebih sadar akan pentingnya mengelola keseimbangan antara dunia digital dan kesehatan mental.


“Digitalisasi tidak bisa dihindari, tapi kita bisa memilih bagaimana menggunakannya secara bijak. Membangun resiliensi digital adalah kunci agar kita tetap sehat mental di era 5.0,” pesannya.
Kegiatan Psytalk edisi ketiga ini menegaskan bahwa menjaga kesehatan mental adalah kebutuhan dasar, bukan sekadar tren, di tengah tantangan revolusi industri 5.0. HMP Psikologi Undana berharap mahasiswa dapat menjadi pengguna teknologi yang bijak dan mampu mengatur hubungan dengan dunia digital secara sehat. (Moi)
