KUPANG – Civitas akademika Universitas Nusa Cendana (Undana) patut berbangga. Film pendek berjudul “Ru’jara: The Journey Begins” karya sineas muda dari Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana bersama Sutradara Rey Padji yang juga merupakan Alumni FKM Undana serta Loobeta sukses mengukir prestasi gemilang di kancah perfilman nasional. Film ini berhasil menembus berbagai nominasi di dua festival film bergengsi, yaitu Festival Film Lampung 2025 dan Festival Film Anak Bangsa 2025, membuktikan potensi luar biasa mahasiswa Undana di industri kreatif.
Keberhasilan “Ru’jara: The Journey Begins” di kancah nasional tidak lepas dari kontribusi para mahasiswa berbakat di baliknya. Tiga nama yang menjadi sorotan utama adalah Gisca Faah, Alvin Worosare, dan Angie Alodia. Di Festival Film Lampung 2025, film ini berhasil meraih nominasi untuk Ide Cerita Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penata Gambar Terbaik, dan Pemeran Pendukung Terbaik. Sementara itu, di Festival Film Anak Bangsa 2025, “Ru’jara: The Journey Begins” memborong lebih banyak nominasi, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, Pemain Terbaik, Penata Artistik Terbaik, Skoring Musik Terbaik, dan Teaser Terbaik.


Gisca Faah: Kekuatan Narasi dari Balik Pena
Sebagai penulis skenario, Gisca Faah mendapatkan apresiasi khusus dengan masuknya film “Ru’jara: The Journey Begins” dalam nominasi Ide Cerita Terbaik dan Skenario Terbaik di dua festival nasional tersebut. “Bagi saya, ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tapi juga motivasi untuk terus menciptakan karya yang bermakna bagi generasi muda dan dunia perfilman, khususnya di NTT,” ujar Gisca penuh bangga. Ia menambahkan, proses penulisan naskah menguji kepekaan emosional dan kreativitasnya, sekaligus membantunya memahami bagaimana sebuah cerita dapat hidup melalui interpretasi sutradara dan para aktor. Nominasi ini menjadi bukti nyata kekuatan narasi yang diciptakan Gisca dalam “Ru’jara: The Journey Begins“.
Alvin Worosare: Harmoni Suara yang Memukau
Di sisi lain, Alvin Worosare yang bertugas sebagai sound recordist dan bertanggung jawab atas aspek musikal film, juga menorehkan prestasi membanggakan. Berkat kontribusinya, “Ru’jara: The Journey Begins” berhasil meraih nominasi Skoring Musik Terbaik di Festival Film Anak Bangsa 2025. Alvin mengaku terkejut karena ini merupakan proyek besar pertamanya. “Saya masih jauh dari kata profesional, tapi saya senang karena niat dan tekad saya untuk belajar bisa menghasilkan sesuatu yang baik,” tuturnya. Pengalaman ini sangat berarti bagi Alvin, memberinya kesempatan untuk mengenal lebih dalam berbagai peralatan syuting, terutama perangkat audio, yang memotivasinya untuk terus belajar dan berinovasi dalam dunia tata suara film.
Angie Alodia: Mengelola Harmoni di Balik Layar
Angie Alodia, yang berperan sebagai produser dalam film ini, menuturkan bahwa sebagian besar kru adalah mahasiswa aktif dan alumni Undana yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Microfilms. “Jujur, kami sama sekali tidak menyangka film ini bisa melangkah sejauh ini mengingat film ini lahir dari kru kecil dengan semangat yang sama, yaitu ingin membuat film yang baik, film yang punya nilai,” ungkapnya. Proses produksi “Ru’jara: The Journey Begins” bukan hanya tentang membuat film, tetapi juga tentang tumbuh bersama dalam kerja tim dan kolaborasi.
Visi dan Identitas Baru Perfilman NTT
Kapan dan di mana film ini tayang? Film ini akan tayang di Festival Film Lampung 2025 dan Festival Film Anak Bangsa 2025. Ke depan, tim “Ru’jara: The Journey Begins” memiliki motivasi yang kuat untuk terus belajar, menghasilkan karya dengan perspektif baru, dan bertumbuh. Angie berharap film ini menjadi standar awal dan pemicu bahwa film bisa tampil dengan gaya yang tidak biasa, memiliki visi, identitas, dan kualitas yang berani.
Bersama UKM Microfilms dan Loobeta, Angie mengungkapkan rencana mereka menyiapkan proyek berikutnya yang lebih matang secara teknis, kuat dari segi cerita, dan luas dalam kolaborasi, sambil terus menjaga kualitas dalam setiap karya. “Film adalah pernyataan, dan Ru’jara: The Journey Begins adalah pernyataan pertama kami, bahwa kami hadir, dan kami serius,” pungkas Angie, menegaskan komitmen mereka di dunia perfilman.
Prestasi yang diraih oleh Angie, Gisca, dan Alvin, beserta seluruh tim “Ru’jara: The Journey Begins“, merupakan bukti nyata potensi luar biasa yang dimiliki oleh mahasiswa Undana. Film ini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga sebuah pernyataan tegas bahwa sineas muda dari NTT mampu bersaing dan diakui di kancah perfilman nasional.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan komitmen yang kuat, perjalanan perfilman Undana diharapkan akan terus berlanjut, melahirkan lebih banyak karya bermakna yang menginspirasi generasi muda dan mengharumkan nama NTT di masa depan. Ini adalah bukti bahwa talenta-talenta muda dari daerah pun mampu bersinar di panggung nasional, membuka pintu bagi lebih banyak kesempatan dan pengakuan di industri film. (Audc)



