(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Riset Demand Side: FEB Undana Ungkap Faktor Kunci Pengalaman Wisata Berkesan di Pantai NTT

KUPANG – Tim peneliti dari Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Cendana (Undana) telah menyelesaikan penelitian mendalam mengenai pengalaman wisata berkesan di pantai-pantai Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Riset ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang membentuk daya saing destinasi, sekaligus memahami makna psikologis wisatawan, guna mengembangkan model penguatan pariwisata berkelanjutan di wilayah Kupang dan sekitarnya.

Pantai yang diteliti dipilih berdasarkan peringkat dan ulasan terbaik di Google Maps, mencakup Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Rote. Beberapa pantai utama yang dianalisis meliputi Lasiana, Nunsui, Liman, Uinian, dan Otan.

Ketua tim peneliti, Rikhard Titing Christopher Bolang, menjelaskan bahwa riset ini berangkat dari pentingnya memahami sisi permintaan (demand side) dalam pariwisata.

“Daya saing tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah atau pengelola (supply side), tetapi juga oleh persepsi dan pengalaman wisatawan (demand side) yang menentukan apakah suatu destinasi mampu bersaing dengan tempat lain,” ujarnya.

Metode Hybrid: Simulasi Monte Carlo dan Machine Learning

Tim peneliti menggunakan metode probabilistic sampling dengan pendekatan random sampling untuk pengumpulan data. Untuk memastikan stabilitas dan validitas data, hasil kuesioner dianalisis menggunakan simulasi Monte Carlo.

Inovasi utama dalam riset ini adalah penggabungan pendekatan konvensional (multidimensional scaling/MDS) dengan teknologi machine learning, yaitu algoritma Random Forest Feature Importance. Metode hybrid ini memungkinkan identifikasi atribut yang paling berpengaruh terhadap pengalaman wisatawan secara lebih objektif dan akurat.

Temuan Kunci: Kesenangan dan Makna Psikologis

Salah satu temuan menarik adalah tingginya skor indeks keberlanjutan pada Pantai Batu Nona dan Uinian dalam dimensi Eudaimonic Well-Being. Hal ini mengindikasikan bahwa wisatawan tidak hanya merasakan kesenangan (refreshment) sesaat, tetapi juga mengalami transformasi psikologis dan makna pribadi yang mendalam.

Sebaliknya, pantai seperti Lasiana, Nun Baun Dela, dan Baliana menunjukkan skor yang lebih rendah dalam dimensi kebermaknaan, meskipun unggul dalam aspek refreshment. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan elemen reflektif dan interaksi budaya lokal untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih mendalam.

Secara umum, dimensi refreshment menjadi faktor paling dominan dalam membentuk pengalaman wisata berkesan. Namun, penelitian ini menyarankan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan harus mencakup pendekatan komparatif dan replikasi atribut unggulan dari setiap pantai.

Hilirisasi Hasil Riset dan Komitmen FEB Undana

Rikhard menambahkan, riset ini merupakan bagian dari roadmap riset FEB Undana yang mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis ilmu ekonomi dan teknologi.

“Kami ingin mendorong dosen dan peneliti untuk tidak hanya menggunakan metode konvensional, tetapi juga mengadopsi model hybrid yang lebih dinamis,” kata Rikhard.

Sebagai tindak lanjut, tim peneliti berencana melakukan hilirisasi hasil riset melalui kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat, mengusulkan model pengembangan pariwisata yang partisipatif dan berkelanjutan.

Melalui penelitian ini, FEB Undana menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis riset ilmiah yang adaptif terhadap teknologi, sekaligus membuka ruang baru bagi pemahaman mendalam tentang perilaku wisatawan. Hasil riset ini diharapkan menjadi pijakan strategis bagi pemerintah, pelaku wisata, dan komunitas lokal dalam merancang destinasi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bermakna secara psikologis dan berkelanjutan secara ekonomi. (IyL)

Comments are closed.
Archives