(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Raih 3 Medali, Kontingen Undana Sumbang Perunggu Wushu dan Perak Atletik di POMNAS XIX

SEMARANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses mengakhiri perjuangan mereka di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 di Jawa Tengah. Dengan mengirimkan 18 atlet terbaik, Undana berhasil menyumbangkan total 3 medali bagi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menempatkan provinsi tersebut di posisi ke-24 dari 36 provinsi peserta.

Ketiga medali tersebut terdiri dari satu perak dan dua perunggu, yang diraih dari cabang olahraga (cabor) Atletik dan Wushu. Para atlet Undana bertanding di delapan cabor, termasuk bulutangkis, karate, pencak silat, tarung derajat, taekwondo, dan tenis lapangan.

Medali perak satu-satunya dipersembahkan oleh atlet andalan Undana, Juwita Siany Koy, dari cabor Atletik. Bertarung di tiga nomor, Juwita akhirnya meraih podium di nomor lari 800m putri dengan catatan waktu 2 menit 30,88 detik, mengungguli sepuluh peserta lainnya.

Cabor Wushu juga memberikan kontribusi membanggakan dengan menyumbangkan dua medali perunggu. Matthew Marchel Amabi and Claudio Fierst Gili Oje berhasil menempati posisi ketiga di nomor Sanda 56kg and 70kg putra. Pencapaian ini diapresiasi tinggi mengingat waktu pelatihan yang singkat dan latar belakang beladiri yang beragam.

Sementara itu, di beberapa cabor lain, kontingen Undana harus mengakui keunggulan lawan di babak penyisihan. Pasangan unggulan bulutangkis, Benediktus Averisius Fidelis Sukmaniara dan Syafrilla Saira Erdiantoro, belum berhasil meraih medali. Hal serupa terjadi pada tarung derajat, tenis lapangan, karate, taekwondo, dan pencak silat.

Meskipun harus terhenti lebih awal, Koordinator kontingen NTT, Sam Nafi, S.Sos., M.AP, menyampaikan apresiasi mendalam atas perjuangan seluruh mahasiswa. Ia menekankan bahwa pengalaman bertanding di level nasional adalah bekal tak ternilai.

“Kami bangga dengan perjuangan seluruh mahasiswa yang telah memberikan kemampuan terbaik. Semoga ini menjadi pengalaman berharga untuk terus berjuang dan mengukir prestasi membanggakan di masa mendatang,” ujar Sam Nafi, menyemangati para atlet.

Kehadiran para mahasiswa di POMNAS XIX 2025 merupakan bukti komitmen Undana dalam pembinaan minat dan bakat non-akademik. Ajang ini tidak hanya mengasah kemampuan olahraga, tetapi juga memperkuat sportivitas dan solidaritas di antara sesama mahasiswa Indonesia.

Bagi para atlet yang belum meraih medali, seperti dari cabor tenis lapangan, kekalahan di babak awal menjadi motivasi untuk persiapan yang lebih matang. “Persiapan adalah kunci, dan kekalahan bukanlah akhir, melainkan pembelajaran,” ujar salah satu atlet.

Capaian total 3 medali ini mempertegas peran Undana dalam mengharumkan nama institusi dan NTT di kancah nasional. Kontingen Undana kini kembali ke Kupang dengan pengalaman berharga dan semangat baru untuk menghadapi kompetisi olahraga mahasiswa di periode mendatang.(Fnt)

Comments are closed.
Archives