(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

PERBANAS, OJK, dan BI Bersatu Edukasi Ribuan Akademisi Undana tentang Pentingnya Perlindungan Data Keuangan

KUPANG – Sebuah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan finansial masyarakat di era digital dilakukan oleh Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS), berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), yang sukses menggelar seminar literasi keuangan bertema “Meningkatkan Kesadaran Pelindungan Data Pribadi” di Universitas Nusa Cendana (Undana). Acara yang berlangsung pada Selasa, 1 Juli 2025, di Ruang Aula Rektorat Lantai 3 Undana ini mendapat sambutan antusias dari ratusan civitas akademika, mulai dari mahasiswa hingga dosen, yang haus akan informasi krusial ini.

Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif PERBANAS ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan kebanggaan besar bagi Undana, terutama mengingat urgensi literasi keuangan dan kesadaran akan perlindungan data pribadi. “Dengan 32 ribu mahasiswa dan 1.200-an dosen, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi sangat esensial bagi seluruh civitas akademika kami,” tegas Prof. Sanam, menyoroti skala dan dampak pentingnya edukasi ini.

Secara khusus, Rektor Undana juga menyoroti fenomena judi online yang saat ini menjadi perhatian serius di lingkungan kampus. Ia berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat diperbanyak dan menjangkau lebih banyak anak muda. “Kami berharap para peserta yang hadir dapat berperan sebagai ‘agen perubahan’, menularkan pengetahuan ini kepada rekan-rekan lain karena ini menjadi sangat penting dan semoga membawa manfaat sebesar-besarnya bagi kaum muda yang memiliki persoalan dan tantangan tersendiri,” imbuhnya, menekankan bahwa pengetahuan ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda.

Senada dengan Rektor Undana, Perwakilan PERBANAS, Tribuana Tunggadewi, turut menggarisbawahi relevansi tema perlindungan data pribadi di era digital yang serbacepat ini. “Data pribadi saat ini merupakan aset yang sangat berharga, namun banyak modus kejahatan digital yang memanfaatkan kelalaian kita dalam menjaga data pribadi,” jelasnya. Tribuana menekankan urgensi untuk merahasiakan data pribadi agar terhindar dari potensi kerugian finansial yang disebabkan oleh kejahatan siber yang semakin canggih.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didiet Aditya Prabowo. Ia menyoroti bahwa masyarakat seringkali kurang peduli terhadap risiko yang melekat pada digitalisasi, yang justru memicu munculnya berbagai celah keamanan. “Bank Indonesia dan OJK senantiasa bersinergi dalam upaya peningkatan literasi keuangan serta perlindungan konsumen,” terang Didiet, sembari menggarisbawahi fokus BI pada aspek perlindungan konsumen dalam ranah digital untuk memastikan keamanan transaksi.

Memasuki sesi inti, para peserta dibekali dengan berbagai informasi fundamental dan praktis mengenai literasi keuangan dan keamanan data. Sesi pemaparan materi ini berlangsung secara interaktif dan dipandu dengan apik oleh pakar teknologi dan informatika terkemuka, Prof. Richardus Eko Indrajit, yang juga menjabat Rektor Universitas Pradita. Kehadiran beliau memastikan diskusi berjalan mendalam dan relevan dengan perkembangan terkini.

Dua narasumber utama turut membagikan wawasan mereka: Japarmen Manalu, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Vera Eve Lim, Ketua Komite Masyarakat Perbankan Peduli PERBANAS sekaligus Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Japarmen Manalu mengawali sesi dengan memaparkan topik krusial berkaitan dengan perlindungan data pribadi, bahaya investasi ilegal, hingga fenomena scam yang marak terjadi. Ia turut menjelaskan peran OJK dalam melindungi konsumen dan masyarakat melalui regulasi, pengawasan industri jasa keuangan, serta penegakan aturan yang berlaku.

Materi kedua disampaikan oleh Vera Eve Lim, yang memberikan tips cerdas dan strategi praktis kepada mahasiswa mengenai langkah-langkah konkret dalam menjaga keamanan data pribadi. Di tengah maraknya ancaman siber, pemahaman praktis ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk melindungi diri dari berbagai risiko digital, mulai dari phishing hingga pencurian identitas, memastikan mereka memiliki skill set yang dibutuhkan di dunia digital.

Kegiatan literasi keuangan yang diinisiasi oleh PERBANAS di Undana ini menegaskan posisi strategis universitas sebagai pusat edukasi dan pengembangan sumber daya manusia yang beradaptasi dengan tantangan zaman. Diharapkan, melalui partisipasi aktif civitas akademika Undana, pemahaman komprehensif mengenai literasi keuangan dan perlindungan data pribadi dapat tersebar luas, menciptakan efek domino positif di masyarakat.

Pada akhirnya, seminar ini diharapkan menjadikan Undana sebagai pelopor dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dan aman dalam menghadapi dinamika ekonomi digital yang semakin kompleks. Peningkatan kesadaran ini menjadi fondasi penting untuk mengurangi kerentanan masyarakat terhadap kejahatan siber dan membangun ekosistem finansial yang lebih aman dan terpercaya bagi semua (audc)

Comments are closed.
Archives