THAILAND – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencetak prestasi gemilang di kancah internasional. Paulus Crystian Kapi (Paul), seorang mahasiswa dari Fakultas Hukum (FH) Undana, berhasil meraih juara 3 Kategori Best Project Innovation dalam ajang Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) Batch 14 yang berlangsung di Thailand. Ajang bergengsi ini diselenggarakan dari tanggal 16 hingga 20 Juni lalu, menarik perhatian berbagai inovator muda dari seluruh Indonesia.
Keberhasilan Paul tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi dirinya, tetapi juga membawa harum nama almamaternya, Undana, serta bangsa Indonesia di mata dunia. Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen kuat Undana dalam mendukung penuh pengembangan potensi dan bakat mahasiswanya, mendorong mereka untuk berani berkompetisi hingga ke tingkat global. Undana senantiasa berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi mahasiswanya untuk berinovasi.

IYEN sendiri merupakan program internasional yang dirancang khusus untuk pengembangan pemuda, memfasilitasi mereka melalui pengalaman lintas negara yang berharga. Program ini secara spesifik berfokus pada kolaborasi dan inovasi digital yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Paulus berhasil lolos ke program kompetitif ini melalui jalur special funded, yang memberikan potongan biaya signifikan, sebuah pengakuan atas potensi dan gagasan yang dimilikinya.
“Carbontrack App”: Solusi Inovatif untuk Emisi Karbon
Dalam ajang IYEN di Thailand, Paul tidak berjuang sendirian. Ia tergabung dalam sebuah tim lingkungan yang solid, beranggotakan lima orang mahasiswa pilihan dari berbagai daerah di Indonesia. Bersama timnya, Paul berkolaborasi merancang sebuah proyek inovasi yang visioner, dinamakan “Carbontrack App”. Gagasan ini merupakan sebuah inisiatif yang digadang-gadang memiliki potensi besar untuk membawa perubahan signifikan dalam isu lingkungan global.

“
Carbontrack App adalah inovasi aplikasi pajak karbon digital yang dirancang secara khusus untuk mendorong transformasi bisnis yang lebih berkelanjutan,” jelas Paulus dengan antusias. Keunikan utama dari aplikasi ini terletak pada kemampuannya untuk berintegrasi dan mendukung perangkat IoT (Internet of Things) Emission Reader. Perangkat canggih ini berfungsi untuk melaporkan data emisi karbon secara real-time, memberikan informasi yang akurat dan terkini untuk tindakan mitigasi yang lebih efektif dan terukur.
Latar belakang pengembangan aplikasi inovatif ini tidak lain adalah keprihatinan mendalam yang dirasakan oleh Paul dan timnya terhadap isu perubahan iklim dan pemanasan global yang kian memburuk. Salah satu penyebab utama dari krisis lingkungan ini adalah tingginya emisi karbon yang dihasilkan oleh berbagai sektor industri. Paul menambahkan bahwa berdasarkan data terbaru dari Dana Mitra Lingkungan tahun 2024, sektor industri pengolahan tercatat sebagai penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia.
“Oleh karena itu, kami merancang aplikasi ini agar para pelaku usaha, khususnya di industri pengolahan, dapat secara proaktif mengurangi emisi karbon yang mereka hasilkan. Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai fitur yang telah kami sediakan untuk memfasilitasi upaya tersebut,” paparnya lebih lanjut. Dengan demikian, “Carbontrack App” hadir sebagai solusi konkret yang tidak hanya menawarkan gagasan, tetapi juga mendorong penerapan pajak karbon sebagai mekanisme insentif dan disinsentif bagi emisi yang dihasilkan oleh entitas bisnis.
Visi Paul tidak berhenti pada kompetisi ini. Ia mengungkapkan memiliki rencana besar dan ambisius untuk terus mengembangkan dan merealisasikan “Carbontrack App” agar dapat diimplementasikan secara luas dan memberikan dampak nyata. Tahapan pengembangan yang akan ia lalui meliputi pembuatan Minimum Viable Product (MVP) sebagai fondasi awal, dilanjutkan dengan perancangan dan perakitan perangkat IoT Emission Reader yang krusial. Setelah itu, akan ada tahap uji coba menyeluruh, penyesuaian aplikasi berdasarkan masukan, sebelum akhirnya diluncurkan secara resmi di App Store dan Play Store, menjadikannya dapat diakses oleh khalayak luas.
Peran Undana dan Inspirasi bagi Generasi Muda
Sepanjang perjalanan yang penuh tantangan dan prestasi ini, Paul tidak pernah melupakan betapa krusialnya peran Fakultas Hukum dan Universitas Nusa Cendana dalam membantunya meraih pencapaian gemilang ini. “Fakultas mengarahkan saya dengan surat rekomendasi yang sangat membantu untuk pengajuan proposal, dan yang lebih penting lagi, Undana menyetujui serta membiayai penuh seluruh perjalanan dan program saya di Thailand. Saya sangat bersyukur karena Undana benar-benar sangat mendukung mahasiswanya,” ungkap Paul penuh apresiasi dan haru. Dukungan finansial dan moral inilah yang menjadi fondasi keberanian Paul untuk melangkah dan berkompetisi di kancah internasional.
Prestasi yang diukir oleh Paulus Crystian Kapi ini tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat yang akan berlalu. Lebih dari itu, diharapkan pencapaian ini akan menjadi motivasi yang kuat dan inspirasi tak terbatas bagi seluruh civitas akademika Undana, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga staf. Diharapkan mereka semua akan terus terpacu untuk berinovasi tanpa henti, mengeksplorasi potensi diri, dan berani bersaing di kancah global yang semakin kompetitif.

“Jangan pernah menganggap tantangan itu jadi penghalang yang tinggi. Karena jika kita belum mencobanya, maka kita tidak akan pernah tahu rasanya dan potensi yang kita miliki,” pesan Paul dengan nada penuh semangat, menekankan pentingnya kegigihan, keberanian, dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi setiap rintangan yang menghadang di jalan menuju kesuksesan. Pesan ini diharapkan dapat menggema dan mendorong lebih banyak lagi mahasiswa Undana untuk berani melangkah maju (audc)
