KUPANG – Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) berhasil mencetak prestasi membanggakan dengan melaju ke ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2025. Tim ini akan bersaing di Magelang pada 19–21 November 2025, membawa inovasi olahan pangan bernama Mie Kelor Superfood.
Tim yang terdiri dari Aditia Cahya Saputra, Aurelia Esem, Hector Abubakar Abdullah, dan Dominikus A. Depha Daki ini merupakan satu dari sekitar 400 tim yang lolos ke KMI Expo, setelah sebelumnya berhasil meraih pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang menyeleksi lebih dari 3.000 proposal nasional.

Inovasi Berbasis Isu Kebijakan Publik
Ketua Tim, Aditia Cahya Saputra, menjelaskan bahwa ide produk ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap tingginya angka stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kota Kupang. Mereka melihat daun kelor yang kaya nutrisi sebagai solusi lokal.
“Kami melihat daun kelor punya kandungan nutrisi tertinggi. Jadi, kami memutuskan untuk mengolahnya menjadi tepung dan mie. Ini juga menanggapi temuan KPK soal penurunan nutrisi pada makanan penunjang, sehingga kami ingin Mie Kelor Superfood ini jadi pilihan penunjang produk yang lebih terklasifikasi,” ujar Adit.
Lebih lanjut, Dominikus Daki menjelaskan bahwa latar belakang Ilmu Politik justru menjadi keunggulan.

“Kami terbiasa menganalisis kebijakan pemerintah, termasuk soal stunting. Karena kami tidak ingin berhenti di teori saja, kami wujudkan itu melalui inovasi ini agar bisa terjun langsung ke masyarakat, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa rumpun sosial humaniora juga bisa berbisnis dengan ide dan komitmen,” ungkap Dominikus Daki.
Kolaborasi Lokal dan Dukungan Mentor
Untuk menjaga kualitas dan memberdayakan masyarakat, tim ini menggandeng La Moringa sebagai mitra pengolahan tepung kelor, serta melibatkan petani lokal sebagai pemasok bahan baku.
Didukung penuh oleh dosen pendamping, Yohanes Jimmy Nami, S.I.P., M.Si., tim secara konsisten mendapat bimbingan mulai dari perencanaan, pembentukan resep, hingga penguatan keterampilan produksi. Penjualan langsung di area Car Free Day (CFD) dan pemasaran daring pun telah mendapat sambutan positif.



Melalui keberhasilan ini, mahasiswa FISIP Undana membuktikan bahwa semangat berwirausaha dapat dikolaborasikan dengan ilmu analisis kebijakan untuk menciptakan produk yang #UnggulBerdampak bagi pembangunan sosial dan gizi masyarakat NTT. (Audc)
