(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Mahasiswa Fakultas Hukum Undana Ukir Prestasi Gemilang di PON Beladiri 2025, Sumbang 1 Emas dan 4 Perunggu dari Shorinji Kempo

KUPANG – Tiga mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Nusa Cendana (Undana) berhasil menorehkan prestasi gemilang bagi almamater dan Nusa Tenggara Timur (NTT) di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 di Kudus, Jawa Tengah. Ketiga mahasiswa dari Program Studi Ilmu Hukum tersebut menyumbang total satu medali emas dan empat medali perunggu dari cabang olahraga Shorinji Kempo.

Stella Jehaman: Emas dari Kategori Embu

Penyumbang medali emas adalah Stella Gratio Jehaman, mahasiswa angkatan 2022. Stella meraih Medali Emas untuk nomor Embu Beregu Putra dan Medali Perunggu untuk nomor Embu Beregu Campuran. Nomor Embu, yang diikuti Stella, merupakan kategori kesenian Kempo yang menuntut keindahan dan kesempurnaan gerak dalam memperagakan teknik. Stella mengungkapkan intensitas latihan tinggi yang harus ia jalani, bahkan tiga kali sehari, sebagai tantangan terberat.

“Tantangan terberat tentu rasa lelah karena intensitas latihan tinggi, dan harus pandai membagi waktu dengan kuliah,” ujarnya.

Kunci suksesnya terletak pada strategi manajemen waktu yang matang, termasuk memilih jadwal kuliah agar tidak berbenturan dengan jam latihan. Stella juga menargetkan langkah berikutnya: kejuaraan dunia Shorinji Kempo tahun depan di Bali. “Target saya bisa masuk dalam tim yang mewakili Indonesia di ajang dunia,” tegasnya.

Maria Kono dan Shandy Sumbang Tambahan Medali

Prestasi juga diukir oleh Maria Dewita Kono, yang berhasil menyumbang tiga medali perunggu sekaligus untuk kontingen NTT dari nomor Embu Beregu Putri, Embu Pasangan Putri 1/2 dan Embu Randori Kelas 50 Putri.

Maria menyoroti pentingnya keseimbangan antara akademik dan non-akademik. “Kita harus berprestasi di bidang akademik dan non akademik, harus seimbang,” pesannya.

Kontribusi perunggu lainnya datang dari Shandy, yang meraih medali perunggu dari nomor Embu Beregu Campuran. Sebagai mahasiswa semester akhir, tantangan Shandy lebih spesifik: manajemen waktu di tengah kesibukan mengurus tugas akhir. “Jangan berpikir bahwa kita tidak bisa melakukan semua bersamaan, tapi kita harus bisa memanajemen waktu agar semua bisa berjalan bersamaan,” jelasnya.

Pencapaian ketiga mahasiswa ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi dan semangat mahasiswa Undana mampu mengharumkan nama universitas di kancah nasional. Stella juga berharap agar Undana terus memberikan dukungan nyata bagi para atlet berprestasi agar semangat mereka tetap terjaga. (Iyl)

Comments are closed.
Archives