KUPANG – Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan Implementasi Kerja Sama melalui Kuliah Umum dan Sosialisasi di Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Kamis (30/10/2025). Bertempat di Aula Rektorat Lt. 3, acara ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana.
Dekan FST Undana, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., menyambut baik kolaborasi ini, menyebutnya sebagai momentum penting bagi sivitas akademika FST untuk mendapatkan wawasan langsung dari FTTM ITB mengenai praktik pertambangan berkelanjutan dan perkembangan ilmu kebumian terbaru.

Sorotan pada Geotermal dan Tantangan SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam sambutannya, Prof. Philiphi menekankan pentingnya kerja sama ini dalam merespons tantangan lokal dan nasional. Ia menyoroti potensi besar NTT, khususnya Pulau Flores, yang sejak 2017 telah ditetapkan sebagai Pulau Geotermal.
“NTT memiliki potensi-potensi yang luar biasa, tetapi ada banyak tantangan-tantangan yang harus kita dihadapi untuk mengembangkan potensi yang ada dengan meminimalisir dampak-dampak negatif yang ada,” ujar Dekan FST Undana.

Selain pengelolaan sumber daya alam, Prof. Philiphi juga menyoroti tantangan sumber daya manusia yang unggul untuk menjawab visi Indonesia Emas 2045. Ia mendorong mahasiswa menjadi pembelajar yang andal sepanjang hayat dan menjadikan pendidikan sebagai investasi.
Good Mining Practices dan Peran Teknik Geofisika
Sesi kuliah umum utama yang disampaikan oleh tim FTTM ITB berfokus pada pentingnya penerapan Good Mining Practices (GMP). Praktik pertambangan yang baik ditekankan sebagai fondasi utama untuk mencapai kegiatan pertambangan yang bertanggung jawab, aman, dan berkelanjutan. FTTM ITB menekankan bahwa kepatuhan terhadap regulasi, seperti UU No. 3 Tahun 2020, adalah dasar wajib untuk memastikan pertambangan dapat menjadi motor kemajuan tanpa mengorbankan kelestarian alam.



Selain itu, FTTM ITB juga melakukan sosialisasi mengenai Program Studi Teknik Geofisika. Dijelaskan bahwa lulusan Geofisika memiliki peran strategis dalam eksplorasi sumber daya alam (minyak, gas, mineral, air tanah) dan dalam upaya mitigasi bencana kebumian (gempa bumi dan gunung api).
Diharapkan, kolaborasi yang diimplementasikan melalui roadshow FTTM 2025 ini tidak hanya memperkaya wawasan teoretis dosen dan mahasiswa Undana, tetapi juga membuka peluang riset bersama dan persiapan SDM unggul yang mampu mengelola potensi geotermal dan pertambangan di NTT secara berkelanjutan. (Iyl)
