KUPANG – Peresmian Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Center pada Rabu (1/10/2025) menjadi penanda penting bagi upaya pemberdayaan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). GMIT Center diproyeksikan hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan simbol kolaborasi antara gereja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat NTT.
Peresmian monumental ini dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Dr. (HC) Drs. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Ac. Acara tersebut disaksikan oleh Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc., yang menegaskan komitmen lembaga pendidikan tinggi untuk mempererat sinergi di daerah.


Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel B. Pandie, S.Th., menyampaikan bahwa GMIT Center adalah perwujudan persaudaraan dan harapan bagi masyarakat. “Kami yakin jika perubahan dimulai dari NTT, dari GMIT, maka Indonesia akan merasakan dampak yang luar biasa, karena pemberdayaan tanpa masuk di jantung dan dapur yang paling berat di Indonesia itu bukan pemberdayaan,” tegasnya.


Senada dengan itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menambahkan bahwa GMIT Center merupakan simbol pelayanan, harapan, dan persekutuan. Gubernur menekankan peran gedung ini sebagai pusat pelayanan misi, baik internal maupun eksternal, yang memberi harapan dan kesempatan bagi berbagai program sosial.
Penekanan Menko PM: Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Kemandirian
Dalam sambutannya, Menko PM Muhaimin Iskandar menekankan peran sentral GMIT dalam pemberdayaan. “GMIT telah membuktikan diri sebagai subjek pemberdayaan, tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga kekuatan yang mampu melayani masyarakat dan mendorong kemandirian,” ujarnya.
Menko PM menegaskan bahwa semua program pemberdayaan masyarakat harus melibatkan kolaborasi lintas sektor agar dampak sosialnya nyata dan dirasakan langsung oleh warga, khususnya mereka yang masih menghadapi kemiskinan ekstrem.
Ia turut menyinggung peran krusial pendidikan sebagai bagian integral dari upaya pemberdayaan. Menko PM merujuk pada Inpres No. 8 Tahun 2025 yang mendorong perguruan tinggi, termasuk Undana, untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan.

Melalui Inpres tersebut, Undana didorong untuk menyalurkan bantuan pendidikan yang tepat sasaran serta melakukan pendampingan masyarakat melalui program sekolah rakyat dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kehadiran Rektor Undana dalam peresmian ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat sinergi dan mengimplementasikan program-program peningkatan kapasitas masyarakat, selaras dengan arahan Menko PM.

Peresmian gedung GMIT Center ini menegaskan bahwa semangat kolaborasi lintas sektor untuk NTT kini semakin kokoh dan terlembagakan.
Pusat kegiatan ini diharapkan menjadi motor penggerak nyata dalam mengatasi isu-isu sosial untuk mewujudkan NTT yang lebih berdaya dan mandiri secara berkelanjutan. (Audc)
