(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

BPOM RI Gelar Gebyar ABG 2025: Dorong Sinergi Kampus-Industri demi Produk Global

KUPANG – Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) akan menggelar Gebyar Academia, Business & Government (ABG) Collaboration 2025 pada 20–21 Oktober 2025 di Aula BTI Kantor BPOM RI, Jakarta. Kegiatan ini disiapkan sebagai ruang kolaborasi vital untuk mendukung pengembangan industri obat dan makanan nasional.

Mengusung tema strategis, “Sinergi ABG Mewujudkan Industri Obat & Makanan yang Aman, Berkualitas, Mandiri, dan Berdaya Saing Global,” acara ini akan mempertemukan perwakilan dari 20 Perguruan Tinggi Negeri bersama pelaku usaha dari berbagai sektor industri.

Kepala BPOM RI menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mempertemukan tiga pilar utama pembangunan dalam satu wadah yang saling mendukung.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam menghasilkan riset dan inovasi, sementara dunia usaha berperan dalam mempercepat hilirisasi produk, dan pemerintah berfungsi sebagai pengarah kebijakan serta pengawas regulasi.

Kehadiran akademisi dan pengusaha menjadi bagian penting untuk memperkuat riset, inovasi, serta komersialisasi produk agar dapat menjangkau masyarakat luas dengan kualitas yang terjamin.

Agenda Strategis dan Peluang Jaringan

Selama dua hari, agenda yang disiapkan sangat padat. Kegiatan inti meliputi penandatanganan nota kesepahaman kerja sama (MoU) antara BPOM RI, perguruan tinggi, dan industri.

Selain itu, akan diselenggarakan seminar nasional serta diskusi panel yang membahas regulasi dan inovasi di bidang obat dan makanan, hingga pameran produk inovasi hasil karya akademisi maupun UMKM.

Acara ini juga akan menjadi ajang bagi kompetisi inovasi produk yang diikuti oleh mahasiswa dan start-up. Tidak ketinggalan, tersedia ruang business matching dan networking untuk memperluas jejaring kerja sama antara kampus dan industri.

Kegiatan Gebyar ABG Collaboration 2025 diharapkan memberikan manfaat nyata. Bagi perguruan tinggi, ini adalah kesempatan mempercepat hilirisasi hasil riset. Bagi pelaku usaha, kegiatan ini membuka peluang kolaborasi dengan kampus dan memperdalam pemahaman terhadap regulasi.

Pada akhirnya, masyarakat akan merasakan dampak positif melalui hadirnya produk obat dan makanan yang aman, berkualitas, dan berdaya saing tinggi.

Dengan terbangunnya sinergi yang kuat antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah, kegiatan ini dipandang sebagai momentum penting dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya produk-produk unggulan yang mampu bersaing di tingkat global. (Mel)

Comments are closed.
Archives