KUPANG – Dalam rangka memperingati Hari Habitat Sedunia, komunitas mahasiswa dari Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar aksi bersih-bersih masif di kawasan pesisir Kota Kupang. Kegiatan yang fokus pada pengangkatan dan penyortiran sampah ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025, di Pantai Kelapa Lima.
Aksi kolaboratif ini diinisiasi dan dilaksanakan oleh anggota Mapala Undana bersama para Mahasiswa Program Studi Kehutanan Undana. Mereka bertekad membersihkan Pantai Kelapa Lima yang kondisinya diketahui banyak dipenuhi sampah, sekaligus mempromosikan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Lokasi spesifik yang menjadi target pembersihan adalah area depan Hotel Aston, yang merupakan salah satu titik pariwisata strategis di Kupang. Pemilihan lokasi ini didasari kondisi nyata di lapangan yang menunjukkan tingkat pencemaran sampah yang cukup tinggi.
Hasil kerja tim ini sangat signifikan. Mahasiswa dibagi menjadi tiga tim yang bekerja secara serentak, dan berhasil mengumpulkan sekitar 60 kantong besar sampah dari sepanjang garis pantai. Jumlah ini menunjukkan betapa mendesaknya masalah sampah di lokasi tersebut.
Hasil pengamatan di lokasi menunjukkan bahwa jenis sampah yang paling dominan ditemukan adalah sampah kemasan botol plastik dan sampah kemasan makanan. Selain itu, ditemukan pula sampah karung bekas dan pakaian bekas yang terdampar di pesisir.
Dominansi sampah plastik kemasan ini menjadi indikasi kuat bahwa pencemaran di Pantai Kelapa Lima sebagian besar berasal dari aktivitas dan perilaku masyarakat. Sampah jenis ini memiliki daya rusak ekologis jangka panjang dan menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut.


Tidak berhenti pada pengumpulan, Koordinator Kegiatan dari kalangan mahasiswa Kehutanan, yang menjadi inisiator ide ini, memastikan bahwa sampah yang terkumpul dibawa ke tahap tindak lanjut. Seluruh 60 kantong sampah tersebut didistribusikan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak.
Di TPA Alak, sampah-sampah tersebut selanjutnya akan melalui proses penyortiran lanjutan. Tindakan ini krusial untuk memastikan sampah plastik yang memiliki nilai daur ulang dapat dipisahkan dan diolah kembali, mengurangi beban TPA.
Aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral civitas akademika Undana terhadap isu-isu lingkungan lokal. Tujuannya adalah menciptakan pantai yang lebih bersih, mempromosikan kesadaran lingkungan, serta mengedukasi publik tentang bahaya sampah plastik dan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, Mapala dan Mahasiswa Kehutanan Undana berharap dapat memberikan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, yakni pemandangan Pantai Kelapa Lima yang lebih bersih, dan secara tidak langsung mendorong masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan hidup. (Ing)
