(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Akselerasi Mutu Publikasi: Undana Targetkan Puluhan Jurnal Masuk Indeks SINTA Melalui Pelatihan Intensif

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) mengambil langkah serius dalam membenahi kualitas publikasi ilmiah dengan menggelar Pelatihan Pengelola Jurnal Ilmiah pada Kamis, 18 Desember 2025. Bertempat di Laboratorium Komputer ICT Center, pelatihan ini dirancang khusus untuk mendorong percepatan akreditasi nasional bagi puluhan jurnal di lingkungan Undana yang saat ini belum terindeks SINTA (Science and Technology Index).

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi universitas saat ini. Dari total sekitar 63 jurnal yang dimiliki Undana, baru sekitar 20 jurnal yang telah mengantongi status terakreditasi, sementara sisanya masih dalam tahap pembenahan tata kelola. Pelatihan ini memfokuskan pendampingan bagi para dosen pengelola agar memiliki strategi jitu dalam pengajuan akreditasi ke kementerian.

“Akreditasi jurnal adalah syarat mutlak standar mutu kementerian. Jurnal yang belum terakreditasi menandakan bahwa standar pengelolaannya belum terpenuhi. Kami mendorong jurnal-jurnal baru ini untuk minimal masuk ke SINTA 5 atau 6, dan bagi yang sudah ada, kita targetkan naik peringkat ke SINTA 3 atau 4,” tegas Prof. Annytha saat membuka kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa penilaian akreditasi bersifat retrospektif, yakni meninjau kualitas edisi-edisi sebelumnya. Oleh karena itu, pengelola jurnal diwajibkan tertib administrasi mulai dari tampilan fisik, prosedur editorial, hingga kesesuaian dengan protokol penerbitan internasional. Salah satu syarat administratif utama adalah jurnal harus sudah memiliki minimal dua edisi terbitan yang konsisten secara kualitas dan waktu.

Sejalan dengan itu, Kepala LP2M Undana, Dr. Herry Zadrak Kotta, ST., MT., menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan memperbaiki posisi indeksasi jurnal Undana. Saat ini, prestasi tertinggi baru dicapai oleh satu jurnal yang berhasil menembus akreditasi SINTA 2. Melalui pendampingan teknis ini, LP2M berharap terjadi lompatan kualitas sehingga daya saing karya ilmiah dosen dan mahasiswa Undana meningkat di level nasional.

Pelatihan ini juga menjadi ruang konsultasi bagi para “pejuang di balik layar” dalam ekosistem riset universitas. Para pengelola jurnal diberikan pemahaman mengenai perkembangan teknologi informasi terbaru dalam sistem pengelolaan jurnal terbuka (Open Journal Systems). LP2M berkomitmen menjadikan pelatihan ini sebagai agenda rutin setiap semester guna memastikan keberlanjutan mutu publikasi.

Guna memberikan wawasan praktis, Undana menghadirkan tiga pakar kompeten sebagai narasumber, yakni Darius Kabanga (Konsultan ICT), serta dua pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yoga Satria Utama dan Andri Agus Rahma. Ketiganya membagikan pengalaman terbaik mengenai tata kelola penerbitan ilmiah yang memenuhi standar global dan kriteria penilaian SINTA.

Melalui penguatan tata kelola jurnal ini, Undana menegaskan perannya dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkualitas. Dengan jurnal yang terakreditasi secara baik, karya-karya penelitian sivitas akademika Undana diharapkan memiliki kredibilitas yang lebih kuat, jangkauan sitasi yang lebih luas, serta mampu berkontribusi nyata pada pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. (Ref)

Comments are closed.
Archives