Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana resmi mencanangkan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Pencanangan tersebut ditandai dengan pemasangan pin oleh Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc kepada 13 (tiga belas) agen perubahan dan Prof. Frans Umbu Datta sebagai role model asal FKKH di Hotel Sotis, Jumat (4/2/2022).
Kegiatan pencanangan tersebut dipadukan dengan doa syukur penggabungan Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) menjadi FKKH, yang dipimpin oleh Pdt. Bobby Litelnoni, S.Th. Wujud ungkapan syukur tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FKKH, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi.
Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, dalam sambutannya mengatakan pencanangan zona integritas sebelumnya sudah dilaksanakan ketika FKKH masih menjadi FK. Namun, ketika FK dan FKH merger menjadi FKKH, maka pencanangan kembali dilakukan.

Rektor Undana, Dr. Maxs Sanam memasang pin kepada role model FKKH Undana, Prof. Frans Umbu Datta di Hotel Sotis, Jumat (4/2/2022).
Rektor mengaku gembira dan bangga FKKH sudah mulai menemukan bentuknya. “Sekali lagi kami ucapkan rasa gembira, bangga dan syukur bahwa FKKH sudah menemukan bentuknya. Mudah-mudahan lajunya semakin cepat,” ujarnya.
Rektor juga mengisahkan sejarah berdirinya FF dan FKH sebelumnya yang diinisiasi Prof. Frans Umbu Datta (Rektor Undana Periode 2005-2009 dan 2009-2013). Karena itu, ia mengapresiasi apa yang telah dilakukan mantan Rektor Undana dua periode itu. Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada dr. A. A. Heru Tjahyono, Sp. OG (Dekan FK 2008-2013) dan dr. S. M. J. Koamesah, MMR., MMPK., FISPH., FISCM (2014-2021).
Rektor mengaku perlu menyampaikan sejarah tersebut, agar generasi hari ini perlu meneladani dan melanjutkan cita-cita para pendiri FKKH. “Kita sekarang menjadi FKKH. Kita memiliki rumah dan saudara yang baru. Tentunya tugas kita adalah melanjutkan keluarga baru. Saya tegaskan, rumah baru tidak boleh ada anak kandung dan anak tiri, semuanya anak kandung. Saya senang karena ternyata kita semua jadi anak kandung dalam rumah baru yang bernama FHHK,” tandasnya.
Meski demikian, tambah Dr. Maxs, Prodi Kedokteran dan Kedokteran Hewan memiliki ciri berbeda. Sebab, dokter tidak dilantik jadi dokter hewan, begitu pun sebaliknya. Karena itu, komitmen para dokter dan dokter hewan harus dikuatkan melalui sumpah dokter pada tingkat Prodi.

Dekan FKKH, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi memotong tumpeng sebagai tanda syukur atas penggabungan FKKH di Hotel Sotis, Jumat (4/2/2022).
Buka Prodi Farmasi
Rektor Undana pada kesempatan itu menyampaikan harapannya bahwa dalam waktu dekat Prodi Farmasi akan dibuka. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat, Prodi Farmasi akan dibuka dalam FKKH. Saya bersyukur meski dua fakultas baru digabungkan, sudah menjembatani dua profesi berbeda, yakni Prodi Kedokteran dan Prodi Kedokteran Hewan,” ungkap Dr. Maxs. Hal tersebut menurut Rektor Undana, sebagai bukti pelaksanaan komitmen, termasuk dalam mewujudkan WBK dan WBBM.
Terkait pencanangan zona integritas, ungkap Dr. Maxs, sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Di mana terdapat 8 (delapan) area perubahan yang harus dilakukan, termasuk untuk menghasilkan aparatur yang memiliki mental bersih melayani dan bebas korupsi.
“Kita harus miliki visi bahwa tugas kita adalah melayani. Sebagai pelayan publik, maka PNS disebut public server. Jadi, kita tidak boleh miliki sifat atau miliki mental bos. Siapa pun kita, mulai dari staf sampai rektor adalah pelayan dengan tupoksi kita masing-masing,” tandasnya.
Karena itu, pada kesempatan itu, ia mengajak semua pegawai dan dosen FKKH agar mengubah mentalitas dalam melayani. Menurutnya, mahasiswa harus dididik dalam suasana yang mengedepankan atmosfer akademik yang baik.
“Kita tidak bisa lahirkan sarjana – yang memiliki inovasi dan kreativitas – dalam suasana akademik penuh dengan intimidasi, apalagi kekerasan,” tandas Rektor Undana. Sebab, menurut Dr. Maxs, hal tersebut telah menjadi penekanan dari Kemendikbudristek bahwa lingkungan Perguruan Tinggi (PT), harus bebas dari bullying, kekerasan fisik, seksual, rasisme dan lain-lain.
Karena itu, pengukuhan tersebut harus diwujudkan dengan aksi nyata semua civitas akademika FKKH. “Sekarang FKKH sudah dipilih untuk mencanangkan zona integritas WBK dan WBBM. Ini harus kita wujudkan secara nyata, tidak sekadar jargon atau semboyan belaka,” tandasnya sembari menambahkan bahwa dirinya yakni FKKH bisa berkomitmen mewujudkan zona integritas WBK dan WBBM.
Sementara itu, Dekan FKKH, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi dalam sambutannya memohon arahan dan bimbingan dari pimpinan Undana, dosen dan pegawai agar FKKH bisa wujudkan apa yang diharapkan Kemendikbudristek melalui pencanangan zona integritas.
Ia juga bersyukur atas keluarnya Permendikbudristek Nomor 25 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Undana. Menurutnya, hal tersebut telah mendorong dua fakultas, baik FK dan FH bisa merger menjadi FKKH.
Karena itu, ia berharap dengan perjuangan yang sama, dalam waktu dekat, Prodi Farmasi bisa dibuka di FKKH Undana. “Ini semua butuh dukungan dan kerja sama bapak/ibu sekalian. Mohon, ke depan kita sejalan untuk mewujudkan FKKH yang lebih baik, terutama dengan adanya pencanangan zona integritas,” pungkasnya. (rfl)
