(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Lima Bank Bersaing Jadi Mitra Kerjasama Undana

 

Sebanyak 5 (lima) perusahaan perbankan bersaing menjadi mitra kerjasama Universitas Nusa Cendana (Undana). Ke 5 bank tersebut, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Perusahaan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dan Bank Mandiri.

Persaingan 5 bank tersebut ditunjukan melalui Beauty Contest Pemilihan Mitra Kerjasama Bank Operasional dan Pelayanan Perbankan Undana, yang digelar di Aula Lantai III, Rektorat Undana, Selasa hinga Rabu (8-9/2/2022).

Dalam kontest tersebut, masing-masing perwakilan bank diberi durasi waktu 20 menit, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan para dewan juri selama 1 (satu) jam.

Pada hari pertama gelaran kontes, tiga bank yaitu BRI, BNI dan BTN langsung menunjukkan keunggulan-keunggulan produk inovasi, seperti tabungan, giro, deposito dan obligasi. Begitupun dengan kualitas layanan, seperti rekening gaji tanpa biaya administrasi, responsif dan tepat waktu,serta akses layanan, dan daya saing bank.

Sementara itu, pada hari kedua, perwakilan dua bank – Bank NTT dan Bank Mandiri – tak kalah menampilkan kualitas layanan yang telah dilakukan selama ini di Indonesia, khususnya di NTT diantaranya soal bank operasional, mobile banking, bunga kredit hingga dana Corporate Social Responsibility (CSR), suku bunga pinjaman, hingga pelayanan secara digital yang telah dilakukan kepada konsumen dalam hal ini Peguruan Tinggi Negeri (PTN), termasuk Undana. 

Para anggota dewan juri yang ikut menilai kontes tersebut, antara lain para-Dekan, Direktur Pascasarjana (PPs), Kepala Biro, Kepala Lembaga, Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI), Kepala Unit Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) hingga dosen dan pegawai. Sementara dewan juri utama, yakni Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, Plt. Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Sipri Suban Garak, M. Sc, dan Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Ir. Jalaludin, M. Si.

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc ketika membuka kegiatan tersebut menyatakan, sejak menjadi kampus dengan status Pengelolaan Keuangan (PK) Badan Layanan Umum (BLU) 2017 lalu, Undana mendapatkan tambahan otoritas dan fleksibilitas untuk mengelola manajemen, termasuk asset dan keuangan. Undana juga, ungkap Dr. Maxs, diperkenankan melakukan usaha, namun usaha tersebut tidak berorientasi pada profit semata. Tetapi, keuntungan yang diperoleh tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai suatu institusi publik.

Rektor mengatakan, dalam pembahasan kontrak kinerja tahun 2022 bersama Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu, pihaknya diminta untuk memberi perhatian terhadap value (nilai) dan pesan pada logo PK BLU dalam setiap aktivitas Undana, semisal dalam baliho, spanduk, banner, maupun persuratan.

BLU Seed

Logo yang dimaksud adalah logo BLU Speed. Rektor menjelaskan, speed memiliki makna, yakni sinergi (s), professional (p), efisien (e), efektif (e), dan digital (d). Hal ini, ungkap Dr. Maxs, agar semua calon mitra yang ingin menjalin kerja sama dengan Undana, harus mendukung value BLU Speed yang diusung Undana.

Rektor menambahkan, saat ini efisiensi dan efektifitas umumnya bisa dicapai dengan digitalisasi dalam pelbagai aspek layanan. Khusus Undana, ungkap Dr. Maxs, layanan Undana dilakukan melalui tiga aspek dalam tridarma, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Kualifikasi Dosen Undana

Rektor menambahkan, saat ini Undana tengah serius meningkatkan kualifikasi dosen Undana, baik dari segi jumlah maupun kualitas. Karena itu, pihaknya menyarankan perbankan, jika dimungkinkan, CSR yang dimiliki bisa dialihkan untuk membiayai kuliah dosen, terutama pada tingkatan doktoral. Hal itu diungkapkan Dr. Maxs, karena sebagian dosen sulit melanjutkan kuliah melalui skema beasiswa. Menurut Rektor, peningkatan jumlah dan kualitas dosen akan ikut meningkatkan akreditasi Prodi maupun institusi, dan akan mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) Undana.

Implementasi MBKM

Hal yang tak kalah menarik adalah pelaksanaan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Rektor mengaku, ketika dilantik Desember lalu, pihaknya diminta Kemendikbudristek melalui Sekretaris Jenderal agar mendorong implementasi MBKM di kampus. Sebab, mahasiswa tidak saja belajar dalam ruang kuliah, perpustakaan atau laboratorium, tetapi sudah saatnya mahasiwa melakukan kegiatan belajar, magang, dan praktik di dunia industri, dunia usaha, baik mikro maupun makro. Hal tersebut, kata Rektor, akan turut mendukung IKU Undana.

Untuk diketahui, sejumlah dewan juri ikut menyoroti beberapa hal dalam sesi diskusi pada hari pertama dan kedua, yakni tentang kehandalan investasi berupa tabungan, giro, deposito, obligasi, reksa dana – yang memiliki performa yang handal – seperti bunga tinggi dan berkelanjutan sesuai fungsi dan manfaat yang diharapkan.

Selain itu, soal teknologi seperti fasilitas ATM, mobile banking, internet banking, cash managemen system, hingga fasilitas API. Kualitas pelayanan, berupa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa lewat Virtual Acount tanpa biaya administrasi dan kredit bunga ringan dan syarat mudah bagi PNS dan Honorer Undana.

Hal terakhir yang ikut dosorot adalah cakupan pelayanan hingga ke pelosok, daya saing dengan beragam produk inovatif serta kesehatan bank, seperti menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat, hingga memiliki kinerja keuangan yang sehat.

Hingga hari terakhir kontes, pihak Undana belum mengumumkan pemenang untuk menjadi mitra kerjasama Bank Operasional dan Pelayanan Perbankan Undana. Pengumuman akan dilakukan dalam waktu dekat.

 

       

       

       

Keterangan: Rektor Undana, Dr. drh. Maxs E. Sanam, M. Sc dan Plt. WR I Dr. Sipri Suban Garak, M. Sc dan WR II Ir. Jalaludin, M. Si berdiskusi dengan pihak perbankan dan melakukan foto bersama usai beauty contest di Aula Lantai III Undana.

(rfl)

 

 

Comments are closed.
Arsip