(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Perkuat Swasembada Pangan Nasional, Rektor dan Mahasiswa Undana Terjun Langsung dalam Gerakan Tanam Padi Serentak

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama jajaran Resimen Mahasiswa (Menwa) dan belasan mahasiswa Undana terjun langsung dalam aksi “Gerakan Tanam Padi Serentak” se-Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipusatkan di Desa Manusak, Kabupaten Kupang, Senin (16/2/2026).

Kegiatan kolaboratif ini dihadiri langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur Johni Asadoma, serta jajaran pimpinan daerah dan perwakilan Kementerian Pertanian RI sebagai langkah strategis memperkuat swasembada pangan berkelanjutan.

Eksistensi Mahasiswa sebagai Agen Ketahanan Pangan

Kehadiran mahasiswa Undana dalam kegiatan ini bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat. Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menegaskan bahwa sektor pertanian adalah fondasi kemandirian bangsa yang harus didukung oleh inovasi dari kalangan akademisi.

“Pangan adalah soal hidup matinya suatu bangsa. Undana hadir di tengah sawah hari ini untuk memastikan bahwa semangat swasembada pangan tidak hanya menjadi wacana, tetapi menjadi gerakan yang melibatkan seluruh elemen, termasuk mahasiswa sebagai generasi penerus,” ujar Prof. Jefri di sela-sela penanaman padi.

Optimisme Swasembada NTT 2026

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, memberikan apresiasi atas keterlibatan dunia pendidikan dalam gerakan ini. Ia memaparkan capaian signifikan NTT yang meraih Pin Penghargaan Swasembada Pangan Nasional dari Kementan RI setelah produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai hampir 1 juta ton pada 2025.

“Petani adalah pahlawan kita. Dengan peningkatan produksi sebesar 36,81% dari tahun sebelumnya, kita optimis target 1,18 juta ton GKG di tahun 2026 dapat tercapai melalui kerja kolaboratif antara pemerintah, petani, dan akademisi,” ungkap Gubernur Melki.

Diversifikasi dan Mekanisasi Pertanian

Selain fokus pada padi, Wakil Gubernur Johni Asadoma turut mendorong penguatan komoditas lokal lain seperti sorgum dan jagung sebagai substitusi beras yang efektif di lahan kering NTT. Di sisi lain, Bupati Kupang Yosef Lede menekankan pentingnya mekanisasi pertanian melalui sistem “brigade alsintan” guna meningkatkan efisiensi produksi pangan di Kabupaten Kupang yang ditargetkan mencapai 100.000 ton tahun ini.

Keterlibatan aktif Undana dalam Gerakan Tanam Padi Serentak ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian sekaligus menjadi jembatan transfer teknologi dari kampus ke kelompok tani di pedesaan. Dengan sinergi yang kuat, Undana optimis NTT mampu menjadi lumbung pangan yang mandiri dan berdaya saing. (Ing)

Comments are closed.
Arsip