(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Talk Eps. 02 : Mapala Undana Buktikan Pengabdian Bukan Sekadar Jejak di Puncak

KUPANG – Bagi keluarga besar Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Nusa Cendana (Undana), ransel bukan sekadar wadah logistik, melainkan simbol tanggung jawab moral terhadap alam dan sesama. Dalam tayangan Undana Talk Podcast Season III, Rabu (4/2/2026), Mapala Undana menegaskan bahwa esensi pencinta alam sejati terletak pada kontribusi nyata bagi masyarakat, melampaui sekadar menaklukkan puncak gunung.

Eksistensi organisasi yang resmi berdiri pada 17 Agustus 2019 ini lahir dari kegundahan akan minimnya gerakan mahasiswa yang menyentuh ranah pelestarian lingkungan di lingkungan kampus.

Menempa Mental, Membangun Kemandirian

Pembina Mapala Undana, Ir. Nixon Rammang, S.Hut., M.Si., menekankan bahwa pendidikan di Mapala menitikberatkan pada kedisiplinan dan pengabdian. Anggota tidak dibentuk untuk bersenang-senang, melainkan untuk menjadi manusia tangguh yang siap terjun ke medan tersulit sekalipun.

“Mahasiswa dibentur agar memiliki mental kuat dan kemandirian. Didikan alam dan pembina membuat mereka terbiasa bergerak gesit dalam situasi darurat,” ujar Sekretaris Umum Mapala Undana, Maria Servince Olla. Ia menambahkan bahwa selain ketangguhan fisik, organisasi ini juga mengasah soft skill seperti kepemimpinan dan kemampuan bicara di depan publik (public speaking).

Aksi Nyata: Dari Konservasi hingga Misi Kemanusiaan

Kontribusi Mapala Undana telah merambah berbagai aspek strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat dan ekosistem NTT, di antaranya:

  1. Konservasi Satwa Endemik: Melakukan penelitian Kakatua Jambul Kuning di TWA Menipo serta sosialisasi pelestarian kura-kura Rote.
  2. Pemulihan Ekosistem: Melaksanakan transplantasi terumbu karang di Bolok serta edukasi pembuatan pupuk kompos di Camplong.
  3. Pelopor Jalur Pendakian: Membuka jalur pendakian pertama di Gunung Molo dengan tetap menghormati kearifan lokal dan adat istiadat setempat.
  4. Misi Kemanusiaan: Terjun langsung sebagai relawan bencana, mulai dari penanganan banjir di Aceh Utara hingga aksi tanggap darurat dan trauma healing bagi korban erupsi Gunung Lewotobi.

Tantangan bagi Mahasiswa Kedokteran

Mengingat luasnya cakupan kegiatan kemanusiaan, Ir. Nixon menantang mahasiswa dari Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) untuk bergabung. Kehadiran calon tenaga kesehatan dan dokter hewan dinilai sangat krusial dalam misi-misi penyelamatan satwa maupun aksi medis di daerah bencana.

“Bergabung dengan Mapala bukan hanya soal hutan, tapi soal diving, panjat tebing, hingga bertahan hidup (survival training). Setelah lulus, mahasiswa tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga keterampilan lapangan yang telah ditempa,” tegas Nixon.

Mapala Undana akan kembali membuka perekrutan anggota baru pada April hingga Mei 2026. Melalui organisasi ini, Undana membuktikan bahwa pendidikan karakter yang berbasis pada alam mampu melahirkan generasi yang peka, tangguh, dan berdampak bagi kemanusiaan. (Fnt)

Comments are closed.
Arsip