KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus mengakselerasi transformasi budaya akademik berstandar internasional melalui implementasi kebijakan penggunaan bahasa Inggris. Komitmen ini ditunjukkan secara nyata dalam pelaksanaan seminar hasil Program Magister Rekayasa Sipil, Fakultas Sains dan Teknik (FST), yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat, Jumat (23/1/2025).
Seminar hasil ini menjadi salah satu perwujudan konkret dari Surat Edaran Rektor tentang penggunaan bahasa Inggris dalam aktivitas akademik tertentu. Hal yang menarik perhatian, Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., hadir langsung sebagai salah satu tim penguji, sekaligus memastikan kebijakan strategis tersebut berjalan sesuai standar yang diharapkan.
Membangun Kepercayaan Diri di Tingkat Global

Mahasiswa Program Magister Rekayasa Sipil, Alvin Alfredo Bara, menjadi sorotan dalam seminar tersebut. Ia berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya secara sistematis dan komprehensif menggunakan bahasa Inggris, mulai dari latar belakang, metodologi, hingga pembahasan mendalam mengenai temuan ilmiahnya.
Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa kewajiban presentasi berbahasa Inggris bertujuan untuk meningkatkan daya saing lulusan Undana di kancah global. Menurutnya, kemampuan komunikasi ilmiah internasional adalah kunci agar riset mahasiswa Undana dapat diakui di tingkat dunia.
“Tugas akademik, presentasi, hingga penulisan tugas akhir perlu dibiasakan menggunakan bahasa Inggris. Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara substansi keilmuan, tetapi juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam berinteraksi dengan komunitas ilmiah internasional,” ujar Prof. Jefri.

Lebih dari Sekadar Prosedur Administratif
Penerapan bahasa Inggris dalam seminar magister ini bukan sekadar pemenuhan syarat administratif, melainkan bagian dari upaya membentuk ekosistem akademik yang berkelanjutan. Suasana diskusi dan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan tim penguji berlangsung interaktif, menunjukkan bahwa kendala bahasa mulai terkikis melalui pembiasaan yang konsisten.
Kehadiran Rektor sebagai penguji menegaskan dukungan penuh institusi terhadap setiap program studi yang berani mengambil langkah progresif dalam internasionalisasi. Kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak reputasi akademik Undana sebagai universitas kelas dunia yang tetap relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Dengan konsistensi implementasi kebijakan ini, Undana optimis mampu melahirkan lulusan yang adaptif terhadap dinamika global serta mampu menjadi narasumber bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat internasional. (Iyl)
