KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) memperkuat fondasi kelembagaan melalui penguatan budaya kerja berbasis solusi dan transparansi internal. Hal ini mengemuka dalam rapat koordinasi strategis yang dipimpin langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama pimpinan unit kerja di Gedung Rektorat pada Senin (12/1/2026).
Rapat evaluasi ini menjadi ruang dialog terbuka untuk memetakan dinamika operasional sepanjang tahun 2025 sekaligus menyinkronkan kebijakan teknis tahun 2026. Berbeda dengan pertemuan rutin biasa, Rektor menekankan pentingnya mendeteksi hambatan di tingkat unit sejak dini agar tidak menjadi penghalang bagi target universitas sebagai research university.


“Kami ingin menciptakan sistem yang responsif. Kebijakan teknis di tingkat universitas harus mampu menjawab permasalahan riil yang dihadapi setiap unit kerja, sehingga akselerasi mutu tidak hanya menjadi wacana, tetapi terwujud dalam kinerja nyata,” ujar Prof. Jefri Bale.
Fokus Pelayanan Akademik dan Digital
Dalam sektor akademik, Undana memprioritaskan peningkatan kualitas riset melalui penguatan akses jurnal bereputasi internasional. UPT Perpustakaan kini tengah mengkaji optimasi ruang baca guna mendorong keterlibatan mahasiswa hingga 10 jam per minggu. Sinergi ini diperkuat oleh UPT Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) yang berkomitmen melakukan pemerataan akses internet di seluruh area kampus serta mengintegrasikan sistem informasi melalui satu pintu (single entry system).



Dukungan terhadap kompetensi global mahasiswa juga menjadi poin krusial. UPT Pusat Bahasa akan segera mengaktifkan kembali kelas bahasa Inggris intensif untuk mendukung kebijakan presentasi tugas akhir dalam bahasa Inggris.
Optimalisasi Layanan Kesehatan dan Aset
Di sektor layanan publik, Undana menyoroti pembenahan manajerial di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) dan percepatan kerja sama BPJS untuk Rumah Sakit Umum (RSU) Undana melalui pemenuhan alat medis mutakhir. Dari sisi pengelolaan aset, Badan Pengelola Usaha (BPU) didorong untuk mengoptimalkan potensi unit usaha agar lebih berdampak bagi pendapatan universitas (PNBP).



Apresiasi khusus diberikan kepada UPT Lab Biosains yang sukses meraih akreditasi ISO dan UPT Lahan Kering Kepulauan (LLKK) yang berhasil memberikan kontribusi produktif bagi pendapatan institusi. Menanggapi laporan hambatan fisik seperti instalasi listrik dan sanitasi di beberapa unit, Rektor menginstruksikan percepatan perbaikan fasilitas agar pelayanan tidak terganggu.


Melalui konsolidasi strategis ini, Undana menegaskan komitmennya untuk bergerak lebih lincah dan terintegrasi di tahun 2026. Dengan membedah setiap hambatan teknis secara mendalam, Undana optimis mampu menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Audc)
