KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus mematangkan reformasi tata kelola internal dengan menggelar rapat koordinasi bersama jajaran tenaga kependidikan dan pimpinan unit kerja di Aula Rektorat Undana pada Kamis, 18 Desember 2025. Rapat yang dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng. ini melibatkan Kepala Bagian (Kabag), Kepala Subbagian (Kasubag), Koordinator, Sub Koordinator hingga Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) sebagai bagian dari agenda analisis kebutuhan institusi.
Dalam forum yang berlangsung dinamis tersebut, Rektor Prof. Jefri Bale memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi setiap unit kerja untuk menyampaikan pandangan, kritik, dan kendala operasional secara langsung. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang akan diambil di masa depan didasarkan pada aspirasi riil dari para pelaksana teknis di lapangan, guna menghindari narasi ketidakpuasan yang kontraproduktif.



Rektor menegaskan bahwa masukan dan kritik dalam forum tersebut akan menjadi catatan penting bagi pimpinan universitas untuk menentukan arah program ke depan. Ia mengajak seluruh elemen untuk meninggalkan budaya saling menyalahkan dan beralih ke cara pandang kolaboratif. Menurutnya, persoalan institusi harus dibicarakan bersama secara terbuka agar seluruh staf tetap fokus pada tugas dan fungsi pelayanan masing-masing.
“Jika persoalan ingin diselesaikan, maka harus dibicarakan bersama. Kita ingin fokus bekerja dan memberikan pelayanan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing tanpa ada narasi ketidakpuasan yang menghambat,” tegas Prof. Jefri di hadapan peserta rapat yang berasal dari tingkat biro, fakultas, hingga unit pelaksana teknis.

Selain penguatan koordinasi antarunit, rapat tersebut memberikan perhatian khusus pada pembaruan dan validasi data berkala. Validasi data dipandang sebagai dasar krusial dalam pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan universitas yang akurat. Hal ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pelayanan akademik maupun nonakademik agar lebih presisi dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.
Aspek operasional lainnya yang menjadi sorotan adalah penegakan Standar Operasional Prosedur (SOP). Rektor menekankan pentingnya kepastian alur kerja dan ketepatan waktu layanan untuk menjamin kepuasan sivitas akademika. Dengan SOP yang jelas, setiap proses administrasi diharapkan dapat berjalan lebih efektif tanpa adanya hambatan birokrasi yang tidak perlu.




Terkait pengelolaan sumber daya manusia, pimpinan universitas mencatat berbagai masukan mengenai penataan jabatan, sistem remunerasi, hingga peningkatan kompetensi tenaga kependidikan melalui pelatihan. Pada sisi akademik, penanganan data mahasiswa dan pendampingan pengisian data pokok juga menjadi prioritas untuk meminimalkan kendala administratif yang sering dihadapi mahasiswa di tingkat prodi.
Sebagai penutup, Prof. Jefri Bale menekankan pentingnya pola komunikasi yang berjenjang di seluruh unit kerja agar setiap permasalahan dapat diselesaikan sesuai mekanisme. Namun, ia memastikan bahwa Rektorat tetap membuka jalur koordinasi cepat untuk hal-hal mendesak. Komitmen ini menandai langkah Undana dalam membangun tata kelola yang transparan, profesional, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas pelayanan bagi seluruh sivitas akademika. (Audc)
