KUPANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah maju dalam menjembatani riset akademis dan edukasi publik dengan berkolaborasi bersama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Kupang. Sinergi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Roundtable Discussion on Politic (RDP) yang dirangkai dengan Peluncuran Jurnal Politik Transformatif (JPT).
Acara kolaboratif ini mengangkat tema krusial, yaitu “Kiprah Politisi Muda”, sebagai respons akademis terhadap dinamika politik lokal. Kegiatan utama tersebut dilangsungkan di Aula FISIP Undana pada Rabu, 10 Desember 2025, dan disiarkan secara langsung kepada masyarakat luas melalui kanal YouTube resmi RRI Kupang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari pimpinan kedua institusi, yang kemudian dilanjutkan dengan seremoni penting penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) serta Implementation Agreement (IA) antara FISIP Undana dan RRI Kupang. Penandatanganan ini secara resmi menjadi landasan hukum bagi kerja sama jangka panjang kedua pihak.
Kepala LPP RRI Kupang, Yuliana Marta Doky, S.Sos., dalam sambutannya secara tegas menyoroti peran vital RRI sebagai media publik yang bertanggung jawab. “RRI Kupang berkomitmen untuk melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan FISIP Undana. Kami berharap sinergitas dan kolaborasi ini dapat terus berkelanjutan,” ungkapnya.

Yuliana juga menambahkan bahwa kerja sama ini bukanlah hal baru, mengingat mahasiswa dari FISIP setiap tahunnya secara rutin melaksanakan program magang di RRI. PKS ini diharapkan semakin memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.
Di sisi akademik, Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP Undana, Dr. Mas’amah, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa RDP merupakan respons cepat akademisi terhadap fenomena politik menarik pasca Pilkada serentak 2024 di NTT. Fenomena ini ditandai dengan pergeseran generasi kepemimpinan politik di tingkat legislatif dan eksekutif.
“Mahasiswa kami mengamati fenomena sosial di mana politisi muda berhasil terpilih. Ini menimbulkan pertanyaan besar terkait apa yang mendorong orang muda untuk terjun ke dunia politik, mengingat beberapa dekade terakhir dunia politik didominasi oleh figur senior, namun kini telah bergeser,” jelas Dr. Mas’amah.


Dr. Mas’amah juga menekankan bahwa kajian mendalam terhadap aspek implementasi tata kelola para politisi muda tersebut dinilai sangat penting bagi mahasiswa Ilmu Politik. Hasil kajian dan diskusi ini diharapkan menjadi bekal pengetahuan praktis bagi mahasiswa agar kelak dapat bekerja sesuai dengan bidang ilmunya.
Selain itu, luaran akademik dari RDP ini juga diharapkan secara langsung dapat mendukung upaya peningkatan akreditasi Program Studi Ilmu Politik Undana, dengan menghasilkan publikasi dan diskursus ilmiah yang berkualitas dan relevan.
Sesi inti acara, yang dikemas dalam format Talk Show bertajuk “Kiprah Politisi Muda”, menghadirkan figur-figur muda yang berhasil memenangkan kontestasi Pilkada dan Pileg 2024. Narasumber utama yang hadir meliputi Juventus Prima Yoris Kago (Bupati Sikka), Abi Yerusa Sobeukum (Anggota DPRD Kabupaten Kupang), dan Roy Ratu Riwu Kaho (Anggota DPRD Kota Kupang).



Kegiatan akademik dan kolaboratif ini diakhiri dengan Peluncuran Jurnal Politik Transformatif (JPT), sebuah luaran akademik resmi yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Politik Undana. Jurnal ini mendokumentasikan hasil-hasil penelitian tim Prodi tentang strategi kemenangan, implementasi kebijakan, dan kiprah para politisi muda NTT, sekaligus melengkapi agenda RDP yang telah dilaksanakan. JPT diharapkan mampu menjadi referensi ilmiah penting yang memperkaya diskursus mengenai konsolidasi demokrasi dan politik lokal Indonesia melalui lensa kepemimpinan generasi muda di Nusa Tenggara Timur. (Audc)
