(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Transformasi Mollo Barat: Inovasi Irigasi Tetes Sukses Ubah Lahan Tidur Jadi Sentra Hortikultura Produktif

TIMOR TENGAH SELATAN – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) berhasil mencatatkan tonggak sejarah baru dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Melalui program PkM yang berfokus pada inovasi budidaya hortikultura modern, lahan tidur di Kelompok Tani Oelat’Fob, Desa Salbait, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten TTS, kini telah bertransformasi menjadi demplot pertanian produktif.

Program yang didanai oleh DIPA Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Tahun 2025 ini bertujuan mengatasi dua masalah krusial: rendahnya produktivitas pertanian tradisional dan tantangan keterbatasan sumber air. Inti dari program ini adalah implementasi teknologi irigasi tetes dan penggunaan mulsa plastik, didukung dengan pelatihan pembuatan pupuk organik, sebagai upaya mentransformasi pertanian lokal menjadi praktik yang modern dan berkelanjutan.

Sinergi Kuat Akademisi, Petani, dan TNI

Kegiatan ini dipimpin oleh tim dosen Faperta Undana yang diketuai oleh Petronella S. Nenotek, SP., M.Si., bersama anggota tim pakar seperti Prof. Ir. Agnes V. Simamora, MCP., PhD, Peters O. Bako, SP., M.Si, dan Agustina Etin Nahas, SP., M.Si. Mereka didukung oleh mahasiswa dan alumni Program Studi Agroteknologi. Peserta utama, Kelompok Tani Oelat’Fob yang dipimpin oleh Abet Babu, turut memperoleh pendampingan eksternal dari Sertu Ike Arkian, Danposramil Mollo Barat, menunjukkan sinergi kuat antara akademisi, komunitas, dan aparat keamanan.

Pelaksanaan program berlangsung pada 18 Oktober 2025, bertempat langsung di lokasi Kelompok Tani Oelat’Fob, Desa Mollo Barat. Pemilihan lokasi ini sangat strategis karena memanfaatkan kedekatan dengan Bendungan Nonohonis sebagai sumber air. Program ini secara khusus menargetkan peningkatan ketahanan pangan lokal, pengembangan model pertanian efisien, dan mengaktifkan kembali lahan tidur seluas 50 are.

Metode Action-Research: Gotong Royong dan Teknologi Tepat Guna

Proses PkM diawali dengan pengolahan lahan tidur seluas 50 are menjadi demplot produktif melalui metode gotong royong. Tim dosen dan petani secara kolaboratif menyiapkan 17 bedengan berukuran 37m x 1m untuk budidaya komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi seperti cabai, sawi, kangkung, bayam, dan terung. Pelatihan intensif juga diberikan, berfokus pada teknik irigasi tetes, penggunaan mulsa plastik, dan aplikasi pupuk hayati, memastikan petani memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

Inovasi yang diterapkan Undana menunjukkan efektivitas luar biasa. Penerapan irigasi tetes terbukti mampu menghasilkan efisiensi air hingga 80% dibandingkan penyiraman manual, sekaligus memangkas kebutuhan tenaga kerja penyiraman sebesar 70–85%. Dalam periode pendampingan, 30% petani telah menunjukkan kemandirian dalam instalasi sistem irigasi tetes, dengan 70% dari total peserta mengakui kemudahan dan efisiensi teknologi ini.

Keberhasilan teknologi ini segera terkonfirmasi dengan panen perdana. Hasil sayur kangkung, bayam, dan sawi dari demplot tersebut telah terjual dengan perolehan awal sekitar Rp1.000.000. Angka ini tidak hanya membuktikan potensi produktif lahan tidur, tetapi juga menjadi motivasi kuat bagi petani untuk meninggalkan metode tradisional dan mengadopsi pertanian modern yang menguntungkan secara finansial.

Perluasan Dampak Melalui Pemasaran Digital

Selain fokus pada peningkatan produksi, tim Faperta Undana juga memberikan pelatihan tentang strategi pemasaran digital melalui marketplace. Langkah ini dirancang untuk memastikan produk hortikultura petani memiliki akses pasar yang lebih luas dan tidak hanya bergantung pada pasar lokal, sehingga menjamin keberlanjutan ekonomi kelompok tani.

Ketua Tim PkM, Petronella S. Nenotek, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata dari tanggung jawab Undana dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan memastikan komitmen Undana tidak berhenti pada kegiatan awal, melainkan mencakup pendampingan berkelanjutan untuk menjadikan Kelompok Tani Oelat’Fob sebagai model percontohan yang dapat direplikasi di desa-desa lain sekitar Mollo Barat.

Keberhasilan program di Mollo Barat ini menandai tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten TTS. Dengan inovasi irigasi yang menghemat air dan mengubah lahan tidur menjadi sumber penghasilan, Undana telah menumbuhkan harapan baru, membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat adalah kunci untuk menghadapi tantangan pertanian di Nusa Tenggara Timur. (Ing)

Comments are closed.
Arsip