(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Hadapi Stunting dan Ketimpangan Ekonomi: Sekretariat Wapres & Undana Serap Pandangan Strategis Pembangunan Sosial NTT

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menjadi tuan rumah Forum Penyerapan Pandangan bertema “Arah Pembangunan Sosial: Integrasi Kesehatan, Ekonomi, dan Lingkungan dalam Pemberdayaan Masyarakat” pada Rabu, 19 November 2025. Kegiatan yang digelar oleh Sekretariat Wakil Presiden ini merupakan upaya menghimpun aspirasi dan pandangan strategis dari akademisi dan pemangku kepentingan daerah untuk mendukung percepatan pembangunan sosial nasional.

Mewakili Rektor Undana, Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci dalam menjawab persoalan pembangunan sosial.

“Ketika kiblatnya adalah masalah, maka tidak ada lagi sekat antar bidang ilmu. Kita harus berkolaborasi untuk menghadirkan solusi bagi kesehatan, ekonomi, dan lingkungan,” ujarnya.

Stafsus Wapres Soroti Ketimpangan dan Peran Kampus

N. T. Budi Harjanto, Staf Khusus Wakil Presiden, menyoroti ketimpangan signifikan antara potensi ekonomi NTT yang besar dan masih tingginya angka stunting serta persoalan sosial lainnya. Ia menjelaskan bahwa akar masalah berkaitan erat dengan cara pandang, budaya, dan kebiasaan masyarakat.

Stafsus Wapres mendorong kampus berperan lebih jauh dalam pembangunan sosial.

“Generasi muda harus disiapkan agar mampu memanfaatkan peluang ekonomi. Kampus juga bisa membantu menciptakan sistem pengingat agar masyarakat rutin memeriksakan kesehatan,” tegasnya, sekaligus meminta kampus berperan dalam upskilling generasi muda.

Sesi materi menghadirkan akademisi Undana, termasuk Prof. Dr. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes., yang memaparkan strategi penurunan stunting melalui pendekatan ekonomi hijau, menyoroti faktor sosial, budaya, dan pola asuh sebagai tantangan utama. Sementara Dr. Paulina Y. Amtiran, S.E., M.M., menjelaskan keterkaitan stunting dengan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Masukan Akademisi Akan Dibawa ke Pusat

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis, menghasilkan pandangan kompleks mulai dari akurasi data stunting hingga intervensi berbasis komunitas.

Stafsus Wapres menilai bahwa masukan tersebut menunjukkan kompleksitas persoalan pembangunan sosial di NTT, dan ia menegaskan bahwa seluruh pandangan akan dibawa sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan di tingkat pusat.

Melalui kegiatan ini, Undana menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial, khususnya di wilayah timur Indonesia. Hasil forum diharapkan menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mempercepat penurunan stunting dan mendorong pembangunan yang inklusif. (Iyl)

Comments are closed.
Arsip