KUPANG – Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Nusa Cendana (Undana) tengah melaksanakan rangkaian Monitoring dan Evaluasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (Monev SPMI) serta Audit Mutu Internal (AMI) pada seluruh program studi. Kegiatan yang berlangsung pada 13–28 November 2025 ini merupakan bagian fundamental dari pemenuhan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sekaligus penguatan budaya mutu berkelanjutan di Undana.
Kepala LP3M Undana, Dr. Ir. Jacob M. Ratu, M.Kes., menjelaskan bahwa AMI merupakan tahapan penting untuk mengevaluasi implementasi standar mutu secara langsung di tingkat prodi, fakultas, hingga universitas.
“LP3M melaksanakan audit untuk semua prodi, termasuk prodi unggul dan prodi yang sedang menuju akreditasi internasional,” ujar Dr. Jacob.

Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Sebagai Mekanisme Pengendalian
Dr. Jacob mengatakan, temuan dari seluruh prodi dirangkum dan dibahas dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) tingkat fakultas dan universitas. Forum ini menjadi mekanisme pengendalian utama agar setiap rekomendasi tindak lanjut benar-benar dilaksanakan.
“RTM universitas memastikan evaluasi tidak berhenti sebagai laporan, tetapi ditindaklanjuti melalui pengendalian dan peningkatan mutu,” tegasnya, menjelaskan bahwa tujuan utama AMI dan Monev SPMI adalah peningkatan mutu secara berkelanjutan.
drh. Larry Richard Wellem Toha, M.Sc., Koordinator Pusat Manajemen Mutu, Audit Mutu dan Akreditasi LP3M, menambahkan bahwa temuan audit akan diperbaiki sesuai kapasitas masing-masing tingkatan, guna memastikan pemenuhan standar.

Target Akreditasi Internasional dan Revisi Standar
Selain audit internal, LP3M juga sedang mempersiapkan Monev SPMI dan melakukan evaluasi terhadap pencapaian standar mutu Undana yang telah digunakan sebagai acuan akademik. Evaluasi ini dipimpin oleh Koordinator Pusat Manajemen Mutu untuk memastikan relevansi standar dengan regulasi terbaru dan kebutuhan akademik.
Selain itu, LP3M sedang mengidentifikasi sejumlah prodi yang berpotensi mengikuti akreditasi internasional melalui ASIIN (Badan Akreditasi Teknik dan Sains berbasis di Jerman) dan memastikan prodi unggul memenuhi seluruh rekomendasi pasca-akreditasi.
“Kami berharap tahun depan semakin banyak prodi yang terakreditasi internasional, dan prodi unggul tetap dapat mempertahankan statusnya,” jelas drh. Larry.
Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari audit, Monev, hingga revisi standar mendorong terbentuknya budaya mutu yang kuat pada setiap unit akademik. Dengan ini, LP3M Undana menegaskan komitmennya membangun sistem penjaminan mutu yang solid, adaptif, dan berkelanjutan demi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Undana. (ref)
