KUPANG – Tahapan akhir seleksi Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) memasuki babak penentuan dengan rampungnya wawancara daring bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) pada Kamis, 13 November 2025.
Salah satu isu krusial yang menjadi sorotan utama Mendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D dalam sesi wawancara adalah kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan (Tendik), terutama terkait dengan besaran penghasilan bersih (take home pay) yang saat ini masih berada di kisaran Rp6 juta. Sorotan ini diarahkan pada strategi penguatan finansial Undana ke depan.
Visi Inovatif dan Penguatan Ekosistem Riset
Calon Rektor, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si., memaparkan visinya dalam wawancara daring untuk membentuk perguruan tinggi yang unggul, inovatif, berdampak, dan berakar kuat pada kearifan lokal. Visi ini didukung oleh prioritas utama yang mencakup: Akses pendidikan tinggi dan pengembangan kurikulum, Peningkatan daya saing melalui penelitian dan inovasi, Pengabdian masyarakat yang berdampak terhadap penyelesaian persoalan kehidupan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan perbaikan tata kelola institusi.

Prof. Malki mengungkapkan bahwa dalam sesi diskusi, Menteri dan tim sangat memperhatikan isu strategis mengenai arah dan strategi penguatan penelitian di Undana, termasuk cara membangun ekosistem riset yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Solusi Kesejahteraan melalui Pendapatan Non-Akademik
Selain penguatan penelitian, pihak Kementerian secara spesifik menyoroti aspek pengelolaan keuangan dan potensi vital peningkatan pendapatan non-akademik Undana.
“Isu krusial mengenai kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan di Undana juga tidak luput dari perhatian, terutama terkait take home pay yang saat ini masih berada di kisaran enam jutaan rupiah,” ungkap Prof. Malki.
Ia menambahkan, strategi penguatan penelitian yang terintegrasi dengan pengelolaan keuangan dan peningkatan pendapatan non-akademik menjadi bagian dari solusi untuk memperbaiki kesejahteraan dosen dan Tendik Undana di masa depan. Strategi yang disampaikan sudah termuat dalam dokumen rencananya, namun diperjelas lagi dalam wawancara.
Filosofi Air Mengalir Jaga Harmoni Lembaga
Menanggapi ketatnya proses seleksi, Prof. Malkisedek Taneo turut menyoroti filosofi personalnya dalam menjalani seluruh tahapan seleksi. Ia menekankan bahwa dirinya berproses dengan filsafat air mengalir; dengan hati yang tenang, penuh sukacita, dan tanpa ambisi yang berlebihan.
Sikap ini didasari oleh komitmen untuk menjaga keharmonisan internal Undana. “Siapapun nanti yang menjadi rektor, hubungan persaudaraan harus tetap jadi kekuatan besar untuk membangun Undana. Setiap orang di Undana punya potensi yang Tuhan sudah berikan, tinggal kita identifikasi dan dorong bersama,” tegasnya.

Prof. Malki Taneo berharap tahapan sisa seleksi dapat berlangsung secara lancar dan efisien. “Bagaimanapun juga, itu lebih cepat dan lebih baik untuk Undana. Bukan untuk saya, tetapi untuk kemajuan dan kejayaan Undana,” pungkasnya, mengedepankan stabilitas lembaga sebagai kunci utama. (Audc)
