KUPANG – Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menggelar kegiatan tahunan bertajuk Sociospectacle 2025 pada Kamis (30/10/2025). Acara ini kembali menjadi platform integral bagi mahasiswa untuk menumbuhkan daya kritis melalui perpaduan harmonis antara diskusi akademis dan pertunjukan budaya.
Mengusung tema “Dari Nusantara Timur untuk Indonesia: Representasi Generasi Emas 2045,” kegiatan ini bertujuan merajut refleksi sosial dengan nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi pembentukan generasi yang tangguh dan berdaya saing tinggi.

Antisipasi Bonus Demografi dan ‘Bom Sosial’
Imanta Peranging Angin, S.Sos., M.S.P., Koordinator Program Studi Sosiologi Undana, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya akademik mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan era bonus demografi, yang jika tidak disikapi dengan bijak, dapat menjadi “bom sosial.”
“Generasi muda harus siap, baik secara akademik maupun keterampilan. Sosiologi bisa hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman kritis terhadap berbagai persoalan sosial, seperti pengangguran dan meningkatnya tindakan yang bertentangan dengan norma hukum,” tegasnya.


Dr. Mas’amah, S.Pd., M.Si., Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP Undana, memberikan apresiasi atas konsistensi acara ini sebagai wadah pembelajaran sosial yang kreatif. Ia juga menyoroti relevansi tema, terutama dalam menghadapi tantangan sosial seperti masalah stunting yang perlu dilihat dari sisi sosiologis.
Kolaborasi Lintas Disiplin dan Nalar Kritis
Imelda Nahak, S.Sos., M.Sos., Ketua Pelaksana, menjelaskan bahwa Sociospectacle tahun ini dirancang untuk semakin mencerminkan karakter Prodi Sosiologi. Kegiatan ini menghadirkan kombinasi antara diskusi akademis dan pertunjukan budaya dari berbagai daerah di NTT, termasuk kolaborasi lintas disiplin dengan Program Studi Teknik Pembuatan Tenun Ikat.

“Dari tenun ikat, misalnya, kita belajar tentang ketekunan dan kesabaran. Nilai-nilai inilah yang kami gali kembali agar budaya tidak sekadar dipertontonkan, tapi juga dimaknai,” jelasnya.



Rangkaian diskusi menghadirkan dua narasumber utama yang merupakan alumni Prodi Sosiologi, yaitu Suratmi Hamidah, S. S.Sos (Kepala BP3MI NTT) dan Jonny Alfret Doo, S.Sos., MM. (Kepala Seksi Verifikasi UPTD Pendapatan Daerah Kota Kupang). Keduanya berbagi pandangan terkait kesiapan generasi muda dalam menghadapi dunia kerja.


Sociospectacle ini berfungsi sebagai ruang refleksi bagi mahasiswa Sosiologi untuk memadukan nalar kritis dengan kearifan budaya lokal dalam menatap tantangan masa depan, sekaligus menunjukkan bahwa NTT mampu memberikan kontribusi bermakna bagi masa depan bangsa. (Audc)
Galeri Foto






