(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Wujudkan Indonesia Emas 2045: FKPT NTT dan BNPT Dorong Ketahanan Nasional Melalui Kegiatan TINTA EMAS

KUPANG – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Nusa Tenggara Timur (FKPT NTT) bersama Direktorat Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk Tulisan Cinta Menyongsong Indonesia Emas (TINTA EMAS). Kegiatan yang mengusung tema “Goresan Cinta untuk Memperkuat Ketahanan Nasional” ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pencegahan radikalisme dan terorisme.

Acara TINTA EMAS ini berlangsung secara hybrid (gabungan daring dan luring) pada Rabu, 8 Oktober 2025, dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan perwakilan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk jurnalis kampus, wartawan media online serta perwakilan pelajar/mahasiswa dan masyarakat umum. Sementara lokasi luring dipusatkan di Hotel Vasaka Cawang, Jakarta Timur, peserta daring terhubung melalui Zoom Meeting.

Cinta Tanah Air sebagai Benteng Anti-Radikalisme

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Ketua FKPT NTT, Dr. Simplexius Asa, S.H., M.H., ini menegaskan nilai krusial dari nasionalisme. Dr. Simplexius dalam sambutannya menekankan bahwa memperkuat rasa cinta tanah air adalah kunci untuk hidup dalam kebhinekaan.

“Cinta tanah air akan mengalahkan egoisme, kerakusan, dan ketamakkan, cinta tanah air membawa kita untuk berkorban demi Pancasila, demi Undang-undang Dasar tahun 1945, dan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya. “Karena itu, kita perlu memperkuat rasa cinta tersebut agar dapat hidup bersama dalam kebhinekaan yang saling menghormati dan menghargai, tanpa memberi ruang bagi terorisme dan radikalisme.”

Sesi diskusi dalam kegiatan ini turut menghadirkan perwakilan dari BNPT, Faizal Yan Aulia, S.Fil., M.Sc. (Kasi Pengawasan Barang BNPT), narasumber daerah Prof. Reinner Ishaq Lerrick, S.Si., M.Sc, Ph.D., dan narasumber nasional Willy Pramudya.

Peran Media dan Literasi Digital

Narasumber daerah, Prof. Reinner Ishaq Lerrick, fokus memaparkan bahaya paham radikalisme dan terorisme serta upaya pencegahannya di NTT. Ia menyoroti peran sentral media dalam konteks ini.

“Banyaknya akses terhadap internet menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi keharmonisan bangsa. Karena itu, diperlukan moderasi dari pihak platform dan edukasi kepada masyarakat mengenai keberagaman untuk menciptakan ekosistem media sosial yang inklusif,” tegasnya.

Sementara itu, Willy Pramudya mengisi sesi workshop penulisan feature, menekankan bahwa menulis adalah sarana berpikir kritis dan kunci untuk memperkuat rasa cinta tanah air.

“Menulis merupakan kunci untuk memperkuat rasa cinta tanah air, kegiatan ini bukan hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga sarana berpikir kritis. Melalui workshop ini, diharapkan terbentuk individu dan lingkungan yang tangguh dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme,” ungkap Willy Pramudya.

Melalui TINTA EMAS ini, FKPT NTT bersama BNPT terus mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memperkuat ketahanan nasional sebagai upaya pencegahan radikalisme dan terorisme, serta menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan gagasan positif demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (Ira)

Comments are closed.
Arsip