SEMARANG – Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) menjadi penyumbang medali utama bagi kontingen Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025. Dari ajang bergengsi di Semarang, Jawa Tengah, atlet Undana sukses membawa pulang total satu medali perak dan dua medali perunggu.
Capaian total tiga medali ini menegaskan bahwa mahasiswa Undana tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdaya saing tinggi di bidang olahraga. Keikutsertaan ini adalah wujud nyata komitmen Undana dalam mencetak generasi muda yang berprestasi nasional.

Medali perak satu-satunya berhasil ditorehkan oleh atlet putri, Juwita Siany Koy, dari cabang olahraga Atletik. Juwita menunjukkan semangat juang tinggi dalam persaingan ketat di nomor lari 800 meter putri, mengamankan posisi kedua dan naik ke podium kehormatan.
Keberhasilan luar biasa juga datang dari cabang olahraga Wushu, yang menyumbangkan dua medali perunggu. Atlet Claudio Oje, yang bertanding di nomor Sanda kelas 70 kilogram putra, berhasil mengamankan medali perunggu setelah melewati babak-babak penuh tekanan melawan lawan tangguh dari berbagai daerah.

Prestasi serupa juga diraih oleh Matthew Amabi, yang tampil di nomor Sanda kelas 56 kilogram putra. Dengan kerja keras dan konsistensi latihan yang intensif, Matthew sukses menambah daftar capaian medali BAPOMI NTT di ajang bergengsi tingkat mahasiswa ini.
Raihan satu perak dan dua perunggu ini menjadi bukti nyata bahwa disiplin, dedikasi, dan dukungan dari institusi dapat melahirkan prestasi yang mengharumkan nama daerah. Pencapaian ini membawa kebanggaan besar bagi Undana dan seluruh masyarakat NTT.
Lebih dari sekadar perolehan medali, keikutsertaan di POMNAS XIX menjadi ajang pembelajaran penting bagi para atlet. Kompetisi nasional ini memperkuat sportivitas, solidaritas, dan semangat kebersamaan antar mahasiswa dari berbagai daerah.
Atmosfer persaingan di tingkat nasional menjadi pengalaman berharga bagi setiap atlet untuk mengukur kemampuan diri. Hal ini sekaligus memotivasi mereka untuk mengasah teknik dan strategi guna menghadapi kompetisi mendatang.
Dengan keberhasilan ini, mahasiswa Undana telah menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana efektif untuk mengangkat citra universitas dan daerah di kancah nasional. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghalangi pencapaian tertinggi.
Prestasi ini diharapkan menjadi dorongan kuat bagi mahasiswa Undana lainnya untuk terus berusaha mengukir prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, sejalan dengan visi universitas dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. (FnT)
