KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) dan ASEAN Foundation menjajaki kerja sama strategis untuk mendukung program AI Ready ASEAN Partnership. Kemitraan ini bertujuan untuk membangun literasi kecerdasan buatan (AI) dan menyiapkan talenta-talenta AI di Indonesia bagian timur.
Pembicaraan kerja sama ini dilakukan secara daring pada 18 September 2025 untuk membahas kegiatan kerjasama pembuatan video publikasi mengenai penggunaan AI di NTT yang didukung sepenuhnya oleh Google.org. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan pada awal Oktober nanti, dengan menghadirkan talent dari Undana.

Untuk diketahui, Program AI Ready ASEAN Partnership hanya diselenggarakan di dua negara, yaitu Malaysia dan Indonesia. ASEAN Foundation memilih Undana sebagai mitra di Indonesia karena potensi besar yang dimiliki universitas ini dalam membentuk talenta AI yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan lokal.
Pihak Undana menyambut baik kolaborasi ini. Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama (BPKS) Yefry C. Adoe, S.E., M.AP., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan ASEAN Foundation. Ia menyatakan Undana siap menjadi bagian dari upaya untuk menyukseskan program ini.

Perwakilan ASEAN Foundation, Ismi, memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya AI bagi masa depan. “Langkah strategis ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kesadaran akan pentingnya teknologi AI,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan kemitraan ini juga akan dilakukan dalam bentuk kuliah umum “Hour of Code” dan pembuatan film dokumenter yang mengangkat isu-isu penggunaan AI di pelosok timur Indonesia yang selama ini belum tersorot.
Kerja sama ini menjadi langkah awal yang penting bagi Undana dan ASEAN Foundation dalam menyongsong era transformasi digital. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kemampuan bersaing mahasiswa dan masyarakat di era digital, sekaligus menjadi contoh bagi universitas lain di wilayah timur Indonesia. (Wdm)
